Peduli Anak

PEDULI UNTUK ANAK DAN OLEH ANAK

  • MESKIPUN ANAK ADALAH SEBUAH DARAH DAGING MANUSIA, BUKAN BERARTI MANUSIA BOLEH MELEPAS MAKIAN, BUKAN BERARTI MANUSIA BOLEH MENGAYUN TAMPARAN, ANAK ADALAH NYAWA TAK BERDAYA, HANYA BISA MENANGIS BILA BENTURAN KASAR MENERPANYA MESKIPUN ANAK ADALAH ADALAH HAK SEORANG MANUSIA, BUKAN BERARTI MANUSIA BOLEH MEMPERDAGANGKAN  SEMAUNYA, BUKAN BERARTI MANUSIA BOLEH MEMPERKERJAKAN  SEENAKNYA, ANAK ADALAH NYAWA TAK BERDAYA, HANYA BISA MENGHIBA BILA LETIH MENYENTUH TUBUHNYA. ANAK ADALAH NYAWA TAK BERDAYA, TAK BERDAYA MELAWAN KEKERASAN BIADAB MANUSIA, TAK BERDAYA MENOLAK KEPENTINGAN PICIK MANUSIA, TAK BERDAYA LARI DARI AMUKAN AMARAH MANUSIA, TAK BERDAYA MENUTUP TELINGA DARI SUARA JAHAT MANUSIA, TAK BERDAYA MENUTUP MATA DARI PERILAKU SETAN MANUSIA
  • ANAK ADALAH NYAWA TAK BERDAYA, HANYA BISA MERENGEK SAAT DAHAGA TERTIMBUN DI LEHERNYA, HANYA BISA MENGHELA NAPAS BILA KALIMAT KASAR MERASUK JIWANYA, HANYA BISA TERDIAM BILA SAAT AMARAH MANUSIA MENERJANG EGONYA, HANYA BISA MENGERANG BILA PUKULAN MENGHUNJAM TULANGNYA, HANYA BISA TERISAK BILA KEKERASAN TERUS MENGITARINYA, HANYA BISA MENITIKKAN AIR MATA BILA DERITA TERUS MENDERANYA
  • MANUSIA YANG TERUS MENDERANYA ADALAH BUKAN MANUSIA, APAPUN ALASANNYA, HENTIKAN SEGERA SEGALA KEKERASAN ITU KARENA ANAK BUKAN SEKEDAR DARAH DAGING MANUSIA, KARENA ANAK BUKAN SEKEDAR HAK SEORANG MANUSIA, KARENA ANAK ADALAH TITIPAN YANG KUASA, KARENA ANAK ADALAH NYAWA TAK BERDAYA (dr Widodo judarwanto SpA)

Kekerasan pada anak sebagian besar sering dilakukan justru oleh orang terdekat. Orang terdekat yang sering melakukan kekerasan pada anak diantaranya dilakukan oleh orangtua, pengasuh atau guru. Pada umumnya emosi dan kekerasan yang dilakukan manusia yang tidak berperikemanusiaan itu selalu melakukan aksinya berlindung dibalik alasan untuk mendidik disiplin anak.

Kekerasan terhadap anak adalah tindak kekerasan secara fisik, seksual, penganiyaan emosional, atau pengabaian terhadap anak. Di Amerika Serikat, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mendefinisikan penganiayaan anak sebagai setiap tindakan atau serangkaian tindakan wali atau kelalaian oleh orang tua atau pengasuh lainnya yang dihasilkan dapat membahayakan, atau berpotensi bahaya, atau memberikan ancaman yang berbahaya kepada anak. Sebagian besar terjadi kekerasan terhadap anak di rumah anak itu sendiri dengan jumlah yang lebih kecil terjadi di sekolah, di lingkungan atau organisasi tempat anak berinteraksi. Ada empat kategori utama tindak kekerasan terhadap anak: pengabaian, kekerasan fisik, pelecehan emosional/psikologis, dan pelecehan seksual anak.

Yurisdiksi yang berbeda telah mengembangkan definisi mereka sendiri tentang apa yang merupakan pelecehan anak untuk tujuan melepaskan anak dari keluarganya dan/atau penuntutan terhadap suatu tuntutan pidana. Menurut Journal of Child Abuse and Neglect, penganiayaan terhadap anak adalah “setiap tindakan terbaru atau kegagalan untuk bertindak pada bagian dari orang tua atau pengasuh yang menyebabkan kematian, kerusakan fisik serius atau emosional yang membahayakan, pelecehan seksual atau eksploitasi, tindakan atau kegagalan tindakan yang menyajikan risiko besar akan bahaya yang serius”. Seseorang yang merasa perlu untuk melakukan kekerasan terhadap anak atau mengabaikan anak sekarang mungkin dapat digambarkan sebagai “pedopath”.

The Children Indonesia Abuse : Kumpulan Artikel Kekerasan Anak – Peduli Anak Indonesia

 

Meski bara merah itu melintas di lipatan otakmu, meski kelelahan melanda jiwamu, meski emosi memanasi kulit kepalamu. Jangan sekalipun kekerasan itu kau hunjamkan pada anak yang tak berdaya. Seringkali kekerasan pada anak disertai emosi berlindung atas nama mendidik disiplin anak SAVE OUR CHILDREN (dr Widodo Judarwanto pediatrician)

Korando, Media Informasi Online Dari dan Untuk Anak dan Remaja Indonesia “Menulislah agar dipahami, berbicaralah agar didengar, dan membacalah agar menjadi besar.” Korando berupaya menjadi Media Informasi Positif dan membangun informasi berbudaya dan beretika : “Lebih baik menyalakan lilin, ketimbang terus mengutuk kegelapan” Baca Juga Koran Anak Indonesia Go Internasional : NEWSPAPER FOR KIDS

Sumber Inspirasi Korando Yang Dibanggakan : Berikan aku 1000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya, berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.

 

www.korananakindonesia.com

https://mediaanakindonesia.files.wordpress.com/2010/12/img00055-20101205-1659.jpg?w=291&h=218Supported by : KORANDO – Koran Anak Indonesia. Yudhasmara Foundation. “Pupuk Minat baca Anak sejak Dini. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA” Editor in Chief: Audi Yudhasmara. Co-editor: Sandiaz Yudhasmara. Foundation Director : Dr Widodo judarwanto pediatrician. Publisher : Narulita dewi. Editor: Nanda Prawira. Marketing : Elvareta Alphanandia Andelin. Design-Multi media : Santana Arif. Data-Dokumentasi : Ariani Santika. Finance : Julia Firdausi. General support : Prabuningrat, Sis Wahyudi, Vavan Prayudha, Editor in Chief : Audi Yudhasmara. Reporter : Audi Yudhasmara. Sandiaz Yudhasmara, Nanda Prawira. Marketing : Elvareta Alphanandia Andelin. Design-Multi media : Santana Arif. Data-Dokumentasi : Ariani Santika. Finance : Julia Firdausi. General Support : Prabuningrat, Sis Wahyudi.. Address: Menteng Square AR 20 Jln Matraman 30 Jakarta Pusat. Phone: 021-29614252 – 08131592-2012 – 08131592-2013 Mobil Phone: 089690509906 email : judarwanto@gmail.com http://korananakindonesia.com/ Komunikasi facebook: Koran Anak Indonesia

Copyright 2016. Koran Anak Indonesia Network Information Education Network. All rights reserved


(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Iklan

4 responses to “Peduli Anak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s