Inilah Dampak Pada Otak Bila Anda Tidak berhenti Minum Alkohol


Inilah Dampak Pada Otak Bila Anda Tidak berhenti Minum Alkohol

Etanol ada minuman beralkohol telah dikonsumsi manusia sejak zaman prasejarah dengan berbagai tujuan kegunaan yang berbeda-beda. Konsumsi alkohol dalam jumlah besar akan menyebabkan seseorang teler atau mabuk. Jika minuman beralkohol dikonsumsi terus-menerus dalam jumlah berlebihan, maka dapat menyebabkan kegagalan pernapasan akut dan kematian. Karena etanol dapat menghilangkan kesadaran, manusia yang mengkonsumsinya dapat melakukan perbuatan buruk yang tidak disadari termasuk gangguaak atau susunan saraf pusat. Otak merupakan organ yang mengontrol seluruh tubuh.Otak mengontrol sistem otot, pernapasan, dan pencernaan. Alkohol mempengaruhi berbagai bagian otak.

  1. Cerebellum Cerebellum pada otak mengontrol gerakan otot. Cerebral cortex dan cerebellum bekerja sama dengan mengirimkan sinyal melalui sumsum tulang belakang untuk mengontrol fungsi otot. Konsumsi alkohol berlebih akan membuat gerakan otot menjadi tidak terkoordinasi.
  2. Hipotalamus  Hipotalamus bertanggung jawab untuk banyak fungsi penting otak. Kelenjar ini antara lain mengatur pelepasan hormon melalui kelenjar hipofisis. Alkohol mengganggu fungsi hipotalamus yang mengatur keinginan seksual. Alkohol berlebih meningkatkan hasrat seksual, tetapi menurunkan kinerja seksual, yang dalam banyak kasus menyebabkan disfungsi ereksi.
  3. Kelenjar pituitary Alkohol menghentikan sekresi Anti-Diuretik Hormone (ADH) atau hormon anti-diuretik dari kelenjar hipofisis yang akan mengganggu sistem pencernaan. ADH membantu ginjal menyerap air. Gangguan yang disebabkan alkohol akan membuat ginjal tidak dapat menyerap air dengan baik sehingga membuat seseorang lebih sering berkemih.
  4. Medula Medula mengontrol berbagai fungsi tubuh seperti suhu tubuh, detak jantung, dan pernapasan. Alkohol mengganggu kelancaran fungsi medula yang membuat seseorang merasa mengantuk
  5. Cerebral Cortex Cerebral cortex (korteks serebral) berfungsi memproses informasi, pikiran, dan mengontrol sebagian gerakan sukarela otot. Alkohol berpotensi mempengaruhi proses berpikir dan mengarah pada ketidakmampuan melakukan penilaian serta kehilangan memori. Alkohol akan menekan kemampuan pengendalian diri sehingga membuat seseorang merasa lebih percaya diri dan lebih banyak bicara.
  6. Limbik Sistem limbik terdiri dari hipokampus dan daerah septum otak yang mengontrol emosi dan memori. Alkohol mempengaruhi kekuatan memori dan membuat seseorang menjadi labil.
  7. Memperlemah Respon Otak. Para peneliti di National Institutes on Alcohol Abuse and Alcoholism Amerika Serikat melalui hasil risetnya mengungkap sebuah bukti baru betapa kebiasaan mabuk dapat memperlemah respons otak.   Para ahli mengindikasikan konsumsi alkohol berlebihan dapat melemahkan kemampuan otak mendeteksi ancaman. Hasil riset ini dapat menjelaskan mengapa ketika dalam keadaan mabuk seseorang tak menyadari ancaman di sekitarnya. Misalnya pria yang mabuk di bar sering kali tak sadar ada pria lain yang siap menantangnya berkelahi.al ini yang sering dilihat selama ini. bahwa orang-orang mengalami benturan atau masalah ketika berada di bawah pengaruh alkohol.  Ini takkan terjadi bila mereka dalam keadaan sadar. Peneliti juga mengindikasikan, pengaruh alkohol telah melumpuhkan kemampuan otak mengenali ancaman yang akan memicu situasi berisiko, termasuk berkendara sambil mabuk.
  8. Memperkecil Volume Otak. Penelitian terkini menunjukkan semakin banyak alkohol diminum seseorang, semakin kecil volume otaknya, demikian suatu laporan yang dimuat jurnal US Archives of Neurology. Volume otak berkurang seiring dengan bertambahnya usia, yang diperkirakan 1,9 persen per dekade disertai oleh peningkatan lesi area putih (white matter), demikian keterangan latar belakang laporan tersebut. Lesi merupakan perubahan patologis yang ditemukan di dalam jaringan organisme, biasanya yang rusak oleh penyakit atau trauma. Volume otak yang lebih rendah dan lesi area putih yang lebih besar juga terjadi sejalan dengan perkembangan demensia dan gangguan berpikir, belajar, dan ingatan. Para ahli dari Wellesley College, Massachussett, dalam risetnya melibatkan 1.859 partisipan dengan rata-rata usia 60 tahun. Selama kurun waktu 1991- 2001, partisipan menjalani magnetic resonance imaging (MRI) dan pemeriksaan kesehatan. Partisipan juga wajib melaporkan jumlah alkohol yang mereka konsumsi per pekan, usia, pendidikan mereka, dan faktor lain. Meskipun pria lebih mungkin meminum alkohol, hubungan antara minum alkohol dan volume otak lebih kuat pada perempuan, kata peneliti. Itu diduga akibat faktor biologis, termasuk ukuran otak perempuan lebih kecil tapi kerentanan lebih besar terhadap dampak alkohol.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s