Daftar Lengkap Tokoh Indonesia Dalam Panama Papers:


image

Panama Paper adalah dokumen online terbesar dalam sejarah jurnalisme itu mengungkap perilaku korupsi tokoh-tokoh besar dan pemimpin dunia, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin. Diberi nama “Panama Papers”, dokumen ini terdiri atas 11 juta dokumen internal yang terenkripsi. Ukuran file tersebut mencapai 2,6 terabyte (TB). Sebanyak 11 juta dokumen tersebut terdiri atas 4,8 juta e-mail; 3 juta database; 2,1 juta dokumen PDF; 1,1 juta foto; 320.000 dokumen teks; dan 2.000-an file lainnya. Terdapat Tokoh Indonesia diantaranya 803 nama pemegang saham, 10 perusahaan, 28 perusahaan yang diciptakan, dan 58 nama pihak terkait yang disebutkan dalam dokumen Panama Papers. Beberapa nama pengusaha yang disebut dalam dokumen tersebut antara lain pengusaha minyak, Riza Chalid, pengusaha Sandiaga Uno, hingga buronan Kejaksaan Agung, Djoko S. Tjandra. Menyikapi beredarnya nama-nama pengusaha tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Sofyan Djalil mengatakan, jika ada yang menghindari pajak, maka negara akan mengejar pajaknya.

Panama Papers (Dokumen Panama) adalah kumpulan 11,5 juta dokumen rahasia yang dibuat oleh penyedia jasa perusahaan asal Panama, Mossack Fonseca. Dokumen ini berisi informasi rinci mengenai lebih dari 214.000 perusahaan luar negeri, termasuk identitas pemegang saham dan direkturnya. Dokumen tersebut mencantumkan nama pemimpin lima negara — Argentina, Islandia, Arab Saudi, Ukraina, dan Uni Emirat Arab — serta pejabat pemerintahan, kerabat dekat, dan teman dekat sejumlah kepala pemerintahan sekitar 40 negara lainnya, termasuk Brasil, Cina, Perancis, India, Malaysia, Meksiko, Malta, Pakistan, Rusia, Afrika Selatan, Spanyol, Suriah, dan Britania Raya. Sementara Amerika Serikat tidak ada karena Amerika Serikat sendiri memiliki beberapa negara bagian yang sudah dianggap sebagai surga pajak seperti Delaware, Nevada, dan Kepulauan Virgin.

Rentang waktu dokumen ini dapat ditelusuri hingga tahun 1970-an. Dokumen berukuran 2,6 terabita ini diberikan oleh seorang sumber anonim kepada Süddeutsche Zeitung pada bulan Agustus 2015 dan International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ). Dokumen bocoran ini kemudian disebarkan kepada dan dianalisis oleh kurang lebih 400 wartawan di 107 organisasi media di lebih dari 80 negara. Laporan berita pertama berdasarkan dokumen ini bersama 149 berkas dokumennya diterbitkan pada tanggal 3 April 2016. Daftar lengkap perusahaan yang terlibat akan dirilis pada awal Mei 2016

Daftar Tokoh Indonesia

Terdapat 803 nama pemegang saham, 10 perusahaan, 28 perusahaan yang diciptakan, dan 58 nama pihak terkait yang disebutkan dalam dokumen Panama Papers. Beberapa nama pengusaha yang disebut dalam dokumen tersebut antara lain pengusaha minyak, Riza Chalid, pengusaha Sandiaga Uno, hingga buronan Kejaksaan Agung, Djoko S. Tjandra. Menyikapi beredarnya nama-nama pengusaha tersebut, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, Sofyan Djalil mengatakan, jika ada yang menghindari pajak, maka negara akan mengejar pajaknya.

Nama-nama pejabat dan pengusaha di Indonesia pun terus bermunculan. Seperti dikutip dari Tempo, ada pemilik group Lippo James Riady dan John Riady yang mendirikan Golden Walk Enterprise Ltd dan Phoenix Pacific Enterprise Ltd di British Virgin Islands. Ada juga Franciscus Welirang salah satu Direktur Indofood Sukses Makmur tercatat sebagai salah satu klien Mossack Foncesa. Selain itu ada juga nama Sandiaga Uno, pebisnis terkemuka yang mencalonkan diri menjadi Gubernur DKI Jakarta, tercatat memiliki 3 perusahaan offshore di British Virgin Islands. Sandiaga memiliki Aldia Enterprises Ltd, Attica Finance Ltd, dan Ocean Blue Global Holdings Ltd. Ada juga nama-nama yang selama ini memang dicari penegak hukum, yaitu pengusaha minyak Muhammad Riza Chalid dan pengusaha properti Djoko S. Tjandra. Selain nama-nama yang resmi dirilis oleh tim ICIJ di Indonesia itu, beberapa media juga menerbitkan daftar panjang berisi 2.961 nama orang-orang Indonesia yang dikatakan terlibat dalam Panama Papers.

Daftar nama tokoh dan pengusaha Indonesia yang masuk dalam daftar Panama Papers:

  • A Prabhu
    A. Budi Pranoto
    Aaj Batavia
    Aam Dewi Hamidah
    Aarti Lohia
    Abdul Hadi Ismail
    Abdul Rachman
    Abdul Rahman
    Abdul Rifai Natanegara
    Abdul Slam TAHIR
    Abdullah Alatas
    Abu Djaja Bunjamin
    Abu Hermanto Budiono
    Achirsyah Moeis
    Achmad Fadjar
    Achmad faried Joesoef
    Achmad Kalla
    Achmad Latief Alwy
    Achmad Nugraha Djuanda
    Achmad Sandi
    Achmad, Sally, Erma and Cindy as joint tenants
    Adam Sautin
    Ade R. Syarief
    Ade Tjakralaksana
    Adelina Prasetio
    Adhi Utomo
    Adhi Utomo Jusman
    Adi Bisono
    Adi Sumito
    Adimitra Baratama Nusantara
    Aditya Koeswojo
    Adji Muljo Teguh
    Adnan Kelana Haryanto & Hermanto
    Adri Achmad Drajat
    Adriana Maya Politon
    Adryansyah
    Afandi Hermawan Oey
    Afandi Hermawan Oey and Tjoeng Anna Chrisnadi
    Agam Nugraha Subagdja
    Ago Harlim
    Agoeng Noegroho
    Agung Podomoro Group
    Agung Salim
    Agung Tobing
    Agus Djohari
    Agus Hartono Lie
    Agus Lasmono Sudwikatmono
    Agus Leman Gunawan
    Agus Makmur
    Agus Nursalim
    Agus Pranoto Setiadi
    Agus Purnomo Edhi
    Agus Soenong/Intina Wirawan, The
    Agus Suherman Wirjan
    AGus Susanto
    Agus Tjandra
    Agus Widagdo
    Agustinus Prasetio
    Agustinus Wishnu Handoyono
    Aguston Makmur
    Ahadiat Wargana
    Ahmad Dipoditiro
    Ahmad Marda
    Ahmad Rahman Pasaman
    Ahmaddin Ahmad
    AHMADES MIQAILLA
    AHSANIL GUSNAWATI
    Aida Ishak
    AIRIN OKTAVIANY GUNAWAN
    Aiwy
    Aizid Syafriel Adjam
    AIZID SYAFRIEL ADJAM
    AJI BAYU WIRROTAMA
    Aji Bayu Wirrotama
    AJI WIJAYA, SUNARTO YUDO & CO
    Akbar Yoso Trisedia
    Alan Clark
    Alan Robertson Clark
    Alanberg Pte. Ltd.
    ALBERT CAHYADI SUKANDADINATA
    Albert Kongoasa
    Albert Sugianto
    Albert Suherman
    ALDO PUTRA BRASALI
    Alex Ivan Tanoyo
    Alexander Hermas Wolfe
    Alexander Johan Widjaja
    Alexander Thaslim
    Alexandra Miksar
    Alexandra Miksar and Djoni Aristianto Prasetio
    Alexandra Miksar and others
    Alfari Narindra
    Ali Alimsyah
    ALI CHENDRA
    Alice Haryono
    ALIEN WIBOWO
    Aling Hermawan Oey
    Alisyahrazad Hanafiah
    Allan Dijaya Keller
    Allan Tjahja Tjao
    Aluinanto Sandjojo
    ALVIN GOZALI
    Alwi Alatas
    Alwijaya Aw
    Amalia
    Amalia Aristiningsih
    Amaluddin Djambak
    AMAN
    Ameesh Anand
    Amelia Kurniawan
    Amelia Mulyono
    American Express Bank Ltd (Indonesia)
    AMIN HALIM
    AMIN SUPRIYADI LIU
    AMINOTO SUTANDI
    Amrullah Hasyim
    Amy Delia
    Anak Agung Alit Wiradarma
    Anak Agung Gde Agung
    Ananda Soewono
    ANCE ANGGRAENY
    Andang Bachtiar
    ANDHIKA ANINDYAGUNA HERMANTO
    Andi Achmad Dara
    Andi Ahmad Dara and Evi Yulisma Harahap
    (as joint tenants with right of survivorship)
    Andi Gunawan Wibowo
    ANDI PRAVIDIA SALIMAN
    Andi Zainal A. Dulung
    Andiko Ardi Purnomo
    Andre Abdi
    ANDRE JOHANNES MAMUAYA
    Andre S Prijono
    Andre Sukendra Atmadja
    Andreas Andikha Bunanta
    Andreas Kastono
    Andreas Kongoasa
    Andreas Tjahjadi
    Andrew I Sriro
    Andrew K. Labbiaka
    Andrew McKay
    ANDREW MELLON PRIASMORO
    ANDREW TANOTO
    Andrew Thomas Eriksson
    Andrie Setiawan Yapsir
    Andry Irwan Djugo
    Andry Pribady
    Andry Setiawan
    Andy Nugroho Purwohardono
    Andy Soewatdy
    Andy Wiryanto Ong
    Ang Lian Ping
    Ang Rianti
    Ang Rosabella Martina
    Angela Lestari Widjaja
    Angelique Stampfer
    Angie Christina
    Angus Maclachlan
    Angus Nelson Karoll
    Ani Sim
    Anil Kumar Lachman Panjabi
    Anindya N. Bakrie
    Anita Kalim
    ANITA RATNASARI
    Anna Solana Hamami Kadarachman
    Anna Sri Dewi Sianto
    Annie Halim
    ANTHONY BRENT ELAM
    Anthony Dominic Byron
    ANTHONY KURNIADI
    Anthony Salim
    Anthony Siswanto
    Anthony Wijaya
    Anton Henning Linderum
    ANTON KUSUMA
    Anton Santoso
    Anton Santoso and Anita Marta
    Anton Sugiono
    Anton Tjahjono
    Anton Tjahjono
    Anton Wiratama
    Antonius Mulya Saputri
    ANTONY GUNAWAN
    Antony Gunawan
    Anuj Ralhan
    Anwar Lim
    ANWAR SAEBE
    Apex Oil & Gas Ltd.
    Appointcorp Limited
    Ardas Dipa
    ARDAS DIPA
    ARDIANI KARTIKA SARI SUBIANTO
    Ardy Wiria
    Ari Hardono Suroso
    Ari Indra Gautama
    Ari Rophian Perdana Ariwibowo
    ARI SULISTIO
    Arianto Prasetio
    Arianto Wisnu Triyatno
    Arie Kondang Kresnadi
    Arief Prijatna
    Arief Santoso
    Arief Wiyoso Aswismarmo
    Arif and Yvette Suryatenggara
    Arif Rachmat
    Arifin Yohan
    ARINI SARASWATY SUBIANTO
    Aris Agung Budiman
    Aris Yuwono Ang
    Aristotle
    Arjen Tridarma Darmawan
    Arlehne Purnomo
    Arman Sutedja
    Armedta Budi Asmara
    Armeilia Widayanti Subianto
    Arniaty Achmad
    ARNIATY ACHMAD
    Arta Satria Soebandi
    Artha Mitra Interdata
    Arthur Andersen & Co. (Indonesia)
    Arwan Ahimsa
    ARY SURYA
    Arya Widjaya
    Aryo Bimo Notowidigdo
    Aryo Bimo Notowidigdo
    ASHWANI CHOWDHRY
    Asia Consulting and Investment Limited
    ASIA INVESTMENT CAPITAL I LIMITED
    Asian Venture Finance Ltd.
    ASWADI
    Ateng Suhendra
    Ateng Sulestio
    Atira Aksa
    Aubrey Bobb
    AURELIA SUPARDI
    Aviariananto Sukotjo
    Awiek Lestari Rahayu
    Aziar Zain
    Azir Azwien Jenie

Mossack Fonsecaimage

  • Mossack Fonseca adalah badan hukum dan penyedia jasa perusahaan asal Panama yang didirikan tahun 1977 oleh Jürgen Mossack dan Ramón Fonseca. Perusahaan ini menyediakan jasa pembentukan perusahaan di negara lain, pengelolaan perusahaan luar negeri, dan manajemen aset. Perusahaan ini memiliki lebih dari 500 karyawan di 40 negar Badan ini beroperasi atas nama lebih dari 300.000 perusahaan yang kebanyakan terdaftar di Britania Raya atau surga pajak milik Britania.
  • Mossack Fonseca bekerja sama dengan lembaga-lembaga keuangan terbesar di dunia seperti Deutsche Bank, HSBC, Société Générale, Credit Suisse, UBS, dan Commerzbank. Badan ini kadang membantu nasabah bank tersebut membangun struktur yang rumit sehingga kolektor pajak dan penyidik sulit melacak arus uang dari satu tempat ke tempat lain. Sebelum kebocoran Panama Papers, majalah The Economist menyebut Mossack Fonseca sebagai pemimpin industri keuangan luar negeri “penuh rahasia”. Walaupun begitu Jaringan Keadilan Pajak (Tax Justice Network) asal Inggris saat menerbitkan Indeks Kerahasiaan Finansial mengemukakan bahwa Panama merupakan peringkat ke-13 sebagai surga pajak dibawah Swiss, Hong Kong, dan Amerika Serikat.

Daftar Lengkap Isi Panama Papers

  • Bocoran ini terdiri dari 11,5 juta dokumen yang diterbitkan antara tahun 1970-an dan awal 2016 oleh Mossack Fonseca dari Panama. The Guardian menjulukinya “badan hukum luar negeri terbesar keempat di dunia”. Data berukuran 2,6 terabita ini mencantumkan nama 140 badan luar negeri yang memiliki hubungan dengan pejabat negara. Bocoran dokumen ini dianalisis oleh wartawan di 80 negara. Gerard Ryle, direktur International Consortium of Investigative Journalists, memperkirakan bahwa bocoran ini akan menjadi “kejutan terbesar bagi industri ekonomi bawah tanah” karena jumlah dokumen yang dibocorkan sangat banyak.

Tanggapan Mossack Fonseca

  • Menjawab pertanyaan The Miami Herald dan ICIJ, Mossack Fonseca merilis pernyataan pers sepanjang 2.900 kata. Intinya, Mossack Fonseca mengakui adanya rezim hukum dan kepatuhan di seluruh dunia yang membatasi kemampuan individu untuk memanfaatkan perusahaan luar negeri sebagai sarana menghindari pajak dan merahasiakan identitas. Mossack Fonseca secara spesifik mengutip protokol FATF (bagi perusahaan dan lembaga keuangan di sebagian besar negara di dunia) yang mewajibkan identitas pemilik sejati semua perusahaan (termasuk perusahaan luar negeri) sebelum membuka rekening dan melakukan transaksi bisnis.
  • Dalam catatan redaksi, The Miami Heraldmenulis bahwa pernyataan Mossack Fonseca “tidak membahas kegagalan uji tuntas yang diungkap para wartawan”.
  • Pada tanggal 4 April 2016, Mossack Fonseca mengeluarkan pernyataan berikut: “Masyarakat tidak begitu paham dengan industri kami. Sayangnya, rentetan artikel berita seperti ini hanya akan membuat masyarakat bingung. Kenyataannya seperti ini: meski kami menjadi korban pencurian data, tak satupun dokumen yang diperoleh secara ilegal ini menunjukkan bahwa tindakan kami ilegal, dan kenyataan ini sesuai dengan reputasi global yang telah kami bangun selama 40 tahun terakhir di Panama. Tidak ada orang yang bersedia barangnya dicuri, dan kami berusaha sebisa mungkin agar pihak yang melakukannya dihukum seadil-adilnya. Sementara itu, kami akan tetap melayani para klien kami dan membantu masyarakat di lingkungan kantor cabang kami di seluruh dunia seperti biasa.” Pendiri Mossack Fonseca, Ramón Fonseca Mora, mengatakan kepada CNN bahwa informasi yang diterbitkan penuh kesalahan dan pihak yang dikutip ICIJ “bukan dan tidak pernah menjadi klien Mossack Fonseca.” Firma ini merilis tanggapan yang lebih panjang kepada ICIJ.
  • Dalam sebuah wawancara, Jürgen Mossackdan Ramón Fonseca, mengatakan: “Nasi sudah menjadi bubur. Sekarang kami harus menangani dampaknya.

Sumber: wikipedia dan berbagai sumber lainnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s