Manfaat dan Komplikasi Terapi Hiperbarik


image
Hiperbarik adalah terapi pengobatan menggabungkan oksigen murni dan tekanan udara 1,3-6 atmosfer (ata) di dalam ruang udara bertekanan tinggi (RUBT) alias Hyperbaric Chamber. Berbeda dengan oksigen biasa yang diangkut darah, oksigen bertekanan udara tinggi mudah larut ke seluruh jaringan tubuh yang ada cairan, dari darah, sistem getah bening, saraf, hingga tulang. Semakin banyak oksigen terserap, akan semakin baik bagi kemandirian tubuh dalam memperbaiki jaringan yang rusak.

Terapi pengobatan ini awalnya populer sebagai bentuk pengobatan penyakit dekompresi akibat penyelaman tahun 1960-an. Gangguan itu disebabkan akumulasi nitrogen saat menyelam yang membentuk gelembung udara serta menyumbat aliran darah dan saraf. Gejalanya antara lain mati rasa, kelumpuhan, kehilangan kesadaran, bahkan bisa menyebabkan kematian. Seiring perkembangan ilmu kedokteran, terapi ini efektif mengobati beragam penyakit hingga menunjang gaya hidup sehat. Beberapa gangguan swpwrti kerusakan jaringan kulit dan darah akibat luka bakar atau diabetes bisa diminimalkan dengan terapi ini. Oksigen bertekanan tinggi efektif memicu sel dan jaringan rusak memperbaiki diri sendiri sehingga kerap digunakan untuk memperhalus kulit dan kebugaran tubuh.

Sebelum melakukan terapi hiperbarik biasanya orang akan diperiksa pembuluh darah menggunakan metode transcutaneous oxygen pressure (TcPo2) dan ultrasonografi doppler. Tujuannya melihat kondisi saraf dan pembuluh darah yang bisa diperbaiki sehingga target penyembuhan dan metode pengobatan bisa dilakukan lebih terencana. Hiperbarik tidak bisa menghidupkan jaringan pembuluh darah yang sudah mati. Pemeriksaan juga bermanfaat untuk melihat indikator keberhasilan terapi hiperbarik.

image
Kontraindikasi

Sebelum menggunakan alat ini pendeeit diperiksa apakah ada gangguan yanh merupakan kontraindikasi swpwrti  ada gelembung udara dalam paru atau menggunakan alat pacu jantung, disarankan tidak mengikuti terapi. Penderita sinusitis dan asma biasanya mendapatkan pertimbangan klinis dokter. Terapi ini dijamin tidak menggunakan obat trtapi hanya perlu duduk santai dalam RUBT sembari menonton film atau mendengarkan musik.

RUBT berukuran 2,3 meter x 3,6 meter, terbuat dari baja dengan ketebalan 12-20 milimeter, dan toleransi tekanan udara hingga 6 ata

Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 120/Menkes/SK II/2008 tentang Standar Pelayanan Medik Hiperbarik, ada lima RUBT yang diizinkan untuk terapi. RUBT Monoplace untuk pasien individu dengan kasus infeksi dan perawatan intensif. RUBT Multiplace digunakan bersama 4-12 pasien. Ruangan ini dilengkapi dengan ruang perawatan intensif dan tempat bagi perawat. Masker udara wajib digunakan.

Perangkat RUBT yang bisa dipindah-pindah (portable). RUBT ini berukuran kecil, kerap digunakan dalam operasi militer, penelitian, dan terapi khusus. Ada pula RUBT untuk latihan penyelaman serta RUBT untuk bayi baru lahir dan hewan. Meski berbeda bentuk dan ukuran, standarnya sama. Ada perawat dan operator hiperbarik yang memantau ketat proses terapi.

Terapi Hiperbarik idealnya dilakukan 1 kali per hari selama 3 x 30 menit. Biaya satu kali terapi Rp 300.000-Rp 400.000. Terapi ini baik dilakukan semua orang dari semua kelompok usia.

Wisata laut

Penggunaan terapi hiperbarik tetap harus mengutamakan rambu-rambu tertentu. Untuk menyesuaikan dengan kondisi tubuh, terapi hiperbarik tidak bisa diberikan terus-menerus.

Setelah melakukan lima kali terapi pertama, pasien harus berhenti dua hari sebelum melanjutkan terapi. Pasien harus beristirahat selama seminggu apabila telah menjalani 20 kali terapi ini.

Calon pasien juga diminta melakukan verifikasi kelayakan RUBT sebelum melakukan terapi hiperbarik. Tidak semua dari 28 unit hiperbarik di Indonesia menerapkan standar kelayakan. Secara fisik, bisa dilihat dari keterangan ketebalan baja RUBT, jenis masker, keran saluran oksigen dan udara, hingga kelayakan kerja pembuat RUBT.

Komplikasi

Jika tidak menerapkan standar yang benar, potensi efek merugikan, seperti penyakit dekompresi, keracunan gas, dan trauma, bisa terjadi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s