Solar Retinopati, Bahaya Mata Karena Gerhana Matahari


image

SOLAR RETINOPATI, BAHAYA MATA AKIBAT GERHANA MATAHARI DAN CARA PENCEGAHANNYA

Dr Widodo Judarwanto pediatrician, Growup Clinic Jakarta

Jika menatap sinar matahari dengan jangka waktu yang lama akan menimbulkan kerusakan pada retina yang disebut dengan solar retinopathy. Gejalanya adalah titik-titik hitam pada pandangan mata, dan itu sulit untuk dipulihkan.

Saat mengamati matahari, baik ketika gerhana maupun tidak gerhana, yaitu jangan melihat matahari secara langsung. Aturan ini berlaku baik ketika mengamati matahari dengan mata telanjang maupun menggunakan alat optik, seperti teleskop atau binokuler.

Untuk melihat matahari harus menggunakan alat penapis cahaya yang mampu mengurangi intensitas sinar matahari yang kuat agar tidak merusak retina mata. Sinar matahari dapat menimbulkan kebutaan temporer hingga permanen. Kebutaan yang terjadi tidak seketika setelah melihat matahari, tetapi perlahan-lahan yang ditandai dengan berkurangnya ketajaman pandangan.

Melihat secara langsung ke fotosfer matahari (bagian cincin terang dari matahari) walaupun hanya dalam beberapa detik dapat mengakibatkan kerusakan permanen retina mata karena radiasi tinggi yang tak terlihat yang dipancarkan dari fotosfer. Kerusakan yang ditimbulkan dapat mengakibatkan kebutaan. Mengamati gerhana matahari membutuhkan pelindung mata khusus atau dengan menggunakan metode melihat secara tidak langsung. Kaca mata sunglasses tidak aman untuk digunakan karena tidak menyaring radiasi inframerah yang dapat merusak retina mata Penyebabnya bisa jadi ketika fase total saat gerhana Matahari total terjadi, pupil mata membesar untuk menangkap cahaya sebanyak mungkin karena suasana yang gelap. Tetapi ketika fase total berakhir dan bulan mulai bergeser, cahaya matahari akan terang kembali dan saat itu yang membahayakan mata.

Solar Retinopati

Solar Retinopati adalah kerusakan retina mata, terutama makula, dari kontak yang terlalu lama radiasi matahari atau cahaya terang lainnya. Hal ini biasanya terjadi karena paparan matahari, melihat gerhana matahari, melihat Ultraviolet, D65 illuminant atau cahaya terang lainnya.

Meskipun sering dikatakan bahwa retina terbakar dengan melihat matahari, kerusakan retina tampaknya terjadi terutama karena cedera fotokimia daripada cedera termal dan tampaknya bahwa retinopati serosa sentral dapat menjadi hasil dari trauma pada mata akibat papara cahaya matahari

Tanda dan gejala

* Jangka panjang mengurangi ketajaman visual scotoma Central atau paracentral
* Kehilangan penglihatan karena retinopati surya biasanya reversibel, yang berlangsung selama sesingkat satu bulan atau untuk lebih satu tahun.
* Perubahan fundus adalah variabel dan biasanya bilateral, kasus-kasus ringan sering tidak menunjukkan perubahan dan sedang sampai parah kasus menunjukkan titik kuning foveal pada hari-hari pertama setelah terpapar. Setelah beberapa hari itu diganti dengan titik kemerahan sering dikelilingi oleh pigmen.

Cara aman mengamati Gerhana

Cara paling mudah dan praktis mengamati matahari adalah dengan menggunakan kacamata yang didesain khusus dan dilengkapi filter yang mampu mengurangi intensitas sinar matahari. Kacamata model ini banyak dijual di toko peralatan astronomi maupun di internet. Penggunaan kacamata ini harus memeperhatikan kualitas filter yang digunakan. Filter yang berkualitas rendah membuat pengamatan matahari hanya dapat dilakukan beberapa detik yang harus diselingi jeda untuk mengistirahatkan mata selama beberapa menit. Untuk itu, perlu ditanyakan kepada penjual kacamata gerhana ini kualitas filter dan durasi aman mengamati matahari. Jangan melihat matahari dengan menggunakan kacamata hitam biasa. Kacamata hitam umumnya didesain hanya untuk mengurangi silau, bukan untuk mengurangi intensitas cahaya matahari yang kuat.

Bagi yang ingin mengamati matahari dengan teleskop atau binokuler, jangan lupa untuk melapisi lensa yang langsung menghadap ke matahari dengan filter matahari. Filter ini juga tersedia di sejumlah toko peralatan astronomi. Jika tidak, pengguna teleskop atau binokuler dapat mengamati citra gerhana dengan melihat proyeksinya. Cara ini dilakukan dengan mengarahkan lensa obyektif teleskop ke matahari dan mengarahkan bayangan yang muncul dari lensa okulernya pada sebuah kertas. Citra gerhana pada kertas itulah yang diamati, bukan melihat matahari melalui lensa okuler teleskop.

Cara lain yang agak sedikit membutuhkan usaha adalah dengan membuat kamera lubang jarum atau pinhole. Kamera dapat dibuat dengan menggunakan kardus yang diberi lubang yang dilapisi kertas aluminium untuk mengarahkan sinar matahari. Pada bagian yang berseberangan dengan sisi kardus yang dilubangi, tempatkan kertas putih untuk memproyeksikan sinar matahari. Citra pada kertas itu yang dapat diamati.

Setelah peralatan untuk mengamati matahari siap, langkah selanjutnya adalah memilih lokasi pengamatan. Pilih lokasi yang memiliki horizon yang luas. Puncak gedung tinggi, gunung, dan pantai merupakan salah satu pilihan terbaik.

Referenai

1. Chen JC, Lee LR. “Solar retinopathy and associated optical coherence tomography findings.” Clin Exp Optom. 2004 Nov;87(6):390-3. 
2. Dobson R. “UK hospitals assess eye damage after solar eclipse.” BMJ. 1999 Aug 21;319(7208):469.
3. Hunyor AB. “Solar retinopathy: its significance for the ageing eye and the younger pseudophakic patient.” Aust N Z J Ophthalmol. 1987 Nov;15(4):371-5. 
4. Sefic-Kasumovic S, Firdus H, Alimanovic E, Ljaljevic S, Sefic M. “[Eye injuries caused by an eclipse of the sun].” Med Arh. 2000;54(1):41-4
5. Kallmark FP, Ygge J. “Photo-induced foveal injury after viewing a solar eclipse.”Acta Ophthalmol Scand. 2005 Oct;83(5):586-9.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s