Kekuatan Militer ISIS


image

Negara Islam Irak dan Syam (NIIS atau ISI) juga dikenal dengan nama Negara Islam Irak dan Suriah (NIIS atau ISIS), Negara Islam Irak dan asy-Syam, Daesh, atau Negara Islam (NI atau IS), adalah kelompok militan ekstremis jihadis Salafi/Wahhabi. Kelompok ini dipimpin oleh dan didominasi oleh anggota Arab Sunni dari Irak dan Suriah. Pada Maret 2015, NIIS menguasai wilayah berpenduduk 10 juta orang di Irak dan Suriah. Lewat kelompok lokalnya, NIIS juga menguasai wilayah kecil di Libya, Nigeria, dan Afghanistan. Kelompok ini juga beroperasi atau memiliki afiliasi di berbagai wilayah dunia, termasuk Afrika Utara dan Asia Selatan.

Militer

Militer NIIS diperkirakan beranggotakan puluhan ribu sampai 200.000 orang. Pada awal 2015, wartawan Mary Anne Weaver memperkirakan bahwa separuh pejuang NIIS adalah pendatang asing. PBB memperkirakan bahwa NIIS beranggotakan 15.000 pejuang dari lebih dari 80 negara pada November 2014. Intelijen Amerika Serikat memperkirakan peningkatan jumlah pejuang asing sebesar 20.000 orang pada Februari 2015, termasuk 3.400 orang dari negara-negara Barat.

Menurut pernyataan mantan pemimpin senior NI, para pejuang mendapatkan suplai makanan, bensin, dan rumah tanpa upah, tidak seperti pejuang Irak atau Suriah.

Senjata

Senjata konvensional

NIIS cenderung bergantung pada senjata rampasan. Sumber terbesarnya adalah arsenal Saddam Hussein pada masa pemberontakan Irak 2003–11 dan senjata milik pasukan pemerintah dan oposisi pada masa Perang Saudara Suriah serta pemberontakan Irak pasca-AS. Senjata yang mereka rampas, termasuk kendaraan lapis baja, bedil, rudal darat-ke-udara, dan bahkan sejumlah pesawat terbang, memungkinkan NIIS memperluas wilayahnya dengan cepat dan merampas peralatan militer lainnya.

Senjata non-konvensional

Kelompok ini dikenal sering memanfaatkan bom mobil dan truk, pengebom bunuh diri, dan peledak rakitan, serta senjata kimia di Irak dan Suriah. NIIS merampas material nuklir dari Universitas Mosulpada Juli 2014, namun tidak mampu mengubahnya menjadi senjata. Dalam majalah bulanan Dabiq, John Cantlie mengarang skenario pembelian senjata nuklir dari pejabat-pejabat korup di Pakistan oleh NIIS. Menteri Pertahanan India menanggapi, “Dengan bangkitnya NIIS di Asia Barat, kami khawatir mereka mampu mendapatkan akses persenjataan nuklir dari negara-negara seperti Pakistan”. Pada September 2015, seorang pejabat Amerika Serikat menyatakan bahwa NIIS membuat dan menggunakan gas mustar di Suriah dan Irak, dan memiliki tim peneliti senjata kimia aktif.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s