Benarkah Peristiwa Teroris Sarinah Tidak Menpengaruhi Ekonomi Indonesia


image

Peristiwa ledakan bom yang terjadi di Jalan MH Thmarin menyita perhatian masyarakat hingga menjadi topik yang terus diperbincangkan sepanjang minggu ini. Pihak pemerintah baik Presiden , wakil presiden atau para menteri selalu meyakinkan ke publik bahwa peristiwa tidak berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia. Wajar pendapat pemerintah tersebut karena untuk membangun oponi publik agar perekonomian tidak terpengaruh oleh masalah psikologis teror tersebut. Tetapi keyakinan pemwrintah tersebut tampaknya todak terbukti bahwa hal itu secara psikologis pasti mengguncang sesaat ekonomi Indonesia.

Dampak dari teror bom ini juga ternyata menyerang tingkat suku bunga (BI Rate) yang turun sebesar 25 basis poin. Selain itu, IHSG dan Rupiah turut dilemahkan pasca bom meledak. Kecemasan publik tersebut diperparah oleh ketidakhadiran Jokowi  di Jakarta saat ledakan bom terjadi, saat itu Jokowi sedang berada di Jawa Barat untuk melakukan tinjaun perkembangan pembangunan Bandara Kertajati dengan ditemani oleh Menhub Jonan.

Sepanjang terjadi kasus peledakan di sebagian Jakarta, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus mengalami pelemahan. IHSG dibuka turun 77,86 poin atau 1,7 persen ke 4.459,32. Siang ini, terjadi sejumlah terror bam di sejumlah kawasan Jakarta dan sekitarnya. Mulai dari kawasan Sarinah dan sejumlah lokasi lainnya.

Pada akhir sesi I, sebanyak 43 saham menguat, 221 saham melemah, dan 58 saham stagnan. Menutup perdagangan sesi I, telah terjadi transaksi sebesar Rp2,44 triliun dari 1,86 miliar lembar saham diperdagangkan.

Rupiah juga melemah 100 poin atau 0,72 persen dari penutupan hari sebelumnya menjadi Rp13.950 per USD. Adapun tingkat tertinggi Rupiah hari ini, berada pada angka Rp13.845 per USD. Sementara level terendahnya berada pada angka Rp13.960 per USD. Sementara Bloomberg Dollar Index, dalam perdagangan non-delivery forward (NDF) Rupiah melemah 71,9 poin atau 0,52 persen ke level Rp13.906 per USD. Har ini, tercatat Rupiah bergerak di kisaran Rp13.821-Rp13.981 per USD. Sedangkan Bank Indonesia (BI) lewat kurs Jakarta Interspot Dollar Exchange (Jisdor), mencatat Rupiah melemah 16 poin dari hari sebelumnya Rp13.861 menjadi Rp13.877 per USD.

Dalam rapat tersebut, BI memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga (BI Rate) sebesar 25 basis poin di level 7,25 persen. Artinya untuk pertama kalinya BI menurunkan tingkat suku bunga sejak terkahir kali diturunkan pada 17 Februari 2015 lalu. Berdasarkan RDG selama 13 hingga 14 Januari, maka diputuskan BI Rate turun 25 basis point menjadi 7,25 persen. Suku bunga deposit facility 5,25 persen dan lending facility pada level 7,75 persen,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Tirta Segara.

image

Bom Sarinah yang menghebohkan I8ndonesia membuat masyarakat ketakutan dan mencekam. Apalagi dalam media sosial tampak unggahan infon dan foto yang menyesatkan seolah olah beberapa tempat Jakarta mendapatkan teror bom seperti di Kuningan, Pluit, Cikini dan Pal Merah. Tetapi ternyata info itu adalah Hoax.

Secara skala mikro peristiwa teroris tersebut pasti memukul perekonomian Jakarta meaki hanya sesaat. Betapa tidak, setelah berita terorus tersebut menyebar kepanikan terjadi jalanan di Jabodetabek mendadak lengang tidak seperti biasanya. Bahkan beberapa hotel dan plaza di sekitar peristiwa menutup diri dari tamu luar. Kondisi itu pasti akan melumpuhkan ekonomi sesaat karena banyak transaksi bisnis yang tertunda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s