Kekerasan Anak: Marinir Hajar Anak Usia 12 Tahun


image

Seorang oknum anggota TNI AL dengan kalap diduga memukul seorang bocah SD berinisial T di Cilandak, Jakarta Selatan. Akibatnya, seluruh tubuh bocah T dipenuhi bekas luka hinga harua dirawat di rumah sakit. Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI M. Zainudin membenarkan kisah memilukan yang terjadi pada Minggu pagi, 10 Januari 2016. 

Insiden ini terjadi pada Minggu (9/1) lalu. Bocah ini sedang bermain layangan bersama beberapa orang teman-temannya di Bumi Marinir Cilandak lalu tiba-tiba dihampiri oleh beberapa orang anggota TNI dan menuduh mereka mencuri burung. Dia lalu dipukuli.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise malam ini menjenguk bocah yang dipukuli oknum marinir. Yohana menuturkan bahwa bocah itu dalam kondisi yang belum stabil sehingga belum bisa berbicara rinci tentang kejadian yang ia alami.  Yohana menuturkan bahwa kedatangannya adalah sebagai bentuk bagaimana dia menjalankan tugas. Dia melihat memang ada bekas penganiayaan di tubuh bocah berusia 12 tahun tersebut. 

Keluarga bocah tersebut sempat bercerita tentang bagaimana peristiwa penganiayaan terjadi. Namun, Yohana masih menunggu kepastian cerita itu sambil menunggu keterangan dokter.  Yohana memastikan bahwa negara hadir di kejadian seperti ini dan kementeriannya akan terus mendampingi. Apabila laporan ini diminta oleh presiden, maka dia siap menghadap. 

Kronologis

Kekerasan pada anak terjadi menimpa dua korban, yakni T, 12, dan seorang lagi berinisial M, 14, yang diduga dipukuli oleh lima orang marinir dari Cilandak, Jakarta Selatan, di area Kompleks Marinir, Minggu sore, 10 Januari 2016. Penyebab pemukulan karena T tertangkap tangan oleh marinir mencuri burung, dan ketika ditanya Marinir dengan siapa mencurinya, T menjawab dengan ‘M’. T dipukuli di depan ayahnya, yang juga mendapatkan kekerasan serupa berupa sabetan dan pukulan. Saat pemukulan terjadi sampai dilarikan ke rumah sakit, T tak sadarkan diri. Bibir dan matanya biru lebam serta bengkak. Sekujur punggungnya pun penuh luka. Saat ini T masih menjalani perawatan di RS Peri Kasih, Pondok Labu. Keluarga sudah melaporkan kasus ini ke Polres Pasar Minggu dan visum juga telah dilakukan di RS Polri, tapi masih menunggu arahan selanjutnya dari polisi. Sementara itu, M juga diinterogasi dan mendapat pemukulan dari marinir di rumahnya sendiri. Ketika pulang, anggota marinir memberi obat luka dan perban, serta uang Rp 100 ribu untuk biaya berobat.

Kronologis menurut Kadispen TNI AL, kisah kekerasan pada anak adalah seorang anggota Korps Marinir TNI AL sedang menjemur burung peliharaannya pada pukul 11.00 WIB. Tak lama berselang, bocah T melintas dan mengambil burung itu. Setelah berhasil mengambil burung, dia (T) kemudian,a lari tapi terjatuh. Burung tersebut lepas,” kata Zainudin seperti diungkapkan pada media televisi nasional. T lalu ditangkap oleh si pemilik burung dan dibawa ke pos jaga marinir. Di pos jaga itulah terjadi insiden pemukulan.

image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s