Sejarah Dunia: Peradaban Dunia dan Imperium Era Pascaklasik


image

Data arkeologis mengindikasikan bahwa domestikasi sejumlah hewan dan pembudidayaan tanaman berkembang di beberapa tempat di seluruh dunia, dimulai sejak periode Holosen (sekitar 12.000–11.500 tahun lalu sampai kini). Di Timur Tengah,pertanian berkembang di kawasan Hilal Subur sejak sekitar 10.000–9000 SM; di Eropa, ada bukti pembudidayaan gandum, domba, kambing, dan babiyang mengindikasikan kegiatan produksi pangan di Yunani dan Aegea sekitar 7000 SM; di Tiongkok, budi daya jawawut dimulai sejak 8000 SM; diAmerika, labu dibudidayakan sejak 10.000–8000 SM, sedangkan jagung sejak 7500 SM.Transisi dari gaya hidup berburu ke pertanian dalam periode tersebut dikenal sebagai Revolusi Neolitik. Pertanian cocok untuk populasi yang sangat padat, dan dalam pengelolaannya terciptalah strata pekerja karena tidak seluruh populasi terjun langsung dalam pertanian. Pada akhirnya, proses panen dan strata pekerja terorganisasi menjadi suatu wilayah berdaulat. Pertanian juga menghasilkan surplusmakanan yang mampu menyokong kehidupan orang-orang yang tidak terlibat langsung pada produksi bahan pangan.

Perkembangan pertanian menghantarkan manusia pada pendirian kota-kota pertama di dunia. Kawasan tersebut merupakan pusat perdagangan, pabrik, dankekuatan politik yang hampir tidak menghasilkan pangan dengan sumber daya sendiri. Kota menciptakan simbiosis dengan desa di sekelilingnya. Kota menerima produk pangan dari desa, dan sebagai gantinya kota menyediakan produk pabrik serta perlindungan dan kendali militer yang berstrata.

Perkembangan peradaban dan Imperium

Sebelum 500 M (abad ke-6), beberapa daerah di dunia mengalami kemajuan teknologi yang perlahan namun pasti, dengan perkembangan penting sepertisanggurdi dan tenggala. Peradaban-peradan kuno mulai berinteraksi satu sama lain dalam hal perdagangan, religi, atau ekspansi militer. Laut Tengah (Mediterania), yang mencakup tiga titik benua, membantu perkembangan kekuatan militer serta pertukaran komoditas, ide-ide baru, dan invensi peradaban di sekitarnya. Perdagangan semakin berkembang menjadi sumber kekuasaan karena negara-negara yang memiliki akses untuk sumber daya penting atau menguasai jalur perdagangan penting akan bangkit dan mendominasi.

Di beberapa daerah, ada periode perkembangan secara pesat yang ditandai dengan pembangunan monumen kolosal, produksi roda, dan pengembangan sistem ketatanegaraan; yang terkemuka adalah kawasan Mediterania selamaperiode Hellenistik, saat ratusan teknologi berhasil diciptakan. Pada masa awal peradaban juga bermunculan teknologi baru di darat, misalnya kereta perang dan pasukan berbasis kuda yang membuat pergerakan tentara menjadi lebih cepat. Teknologi tersebut berperan dalam kemajuan militer; ekspansi wilayah serta pencaplokan teritori mulai terjadi, contohnya Pertempuran Kadesh dan Pengepungan Dapur pada abad ke-13 SM antara bangsa Mesir dan Het. Penyatuan daerah-daerah taklukan berlanjut pada munculnya imperium dan kekaisaran, manifestasi hegemoni suatu bangsa dan ekspansi suatu wilayah berdaulat. Peradaban yang ekstensif dapat membawa kedamaian dan stabilitas bagi daerah luas, contohnya periode Pax Romana bangsaRomawi. Setelah perkembangan selama berabad-abad, peradaban lembah sungai di berbagai belahan dunia menunjukkan kejayaannya dengan pendirian kekaisaran. Pada masa seribu tahun dari 500 SM hingga 500 M, serangkaian kekaisaran dengan luas wilayah yang belum pernah dicapai sebelumnya telah berkembang. Tentara profesional yang terlatih dengan baik, ideologi pemersatu, dan birokrasi yang lebih maju memberi peluang bagi para kaisar untuk memerintah daerah yang sangat luas yang populasinya dapat mencapai angka sepuluh ribu atau lebih.

Era Pascaklasik (500–1500)

Era Pascaklasik merupakan kurun waktu setelah Era Klasik di Eropa, namun dengan jangkauan dunia global. Era ini lazimnya terhitung sejak jatuhnya Kekaisaran Romawi Barat pada abad ke-5. Kekaisaran Romawi Barat terpecah belah menjadi berbagai kerajaan mandiri, sementara itu Romawi Timur, atau Kekaisaran Bizantium bertahan hingga menjelang akhir Abad Pertengahan. Era ini juga berkaitan dengan kemunculan agama Islam,penaklukkan Islam, kemudian zaman kejayaan Islam, dan permulaan serta perluasan perdagangan budak Arab, diikuti dengan serbuan Mongol di Timur Tengah dan Asia Tengah. Di Asia Selatan berdiri kerajaan pertengahan di India, disusul dengan pendiriankesultanan di India. Kekaisaran Tiongkok mengalami pergantian dinasti di antaranya Dinasti Sui, Tang,Liao, Jin, Yuan dan Ming. Jalur perdagangan Timur Tengah yang melalui Samudra Hindia, serta Jalur Sutra yang melalui gurun Gobi, memberikan hubungan ekonomi dan budaya yang terbatas antara peradaban Asia dan Eropa. Sementara Abad Pertengahan bergantung pada pengaruh dari Eropa, peradaban di benua Amerika, seperti Inka, Maya, danAztek, masih terus berkembang, kemudian berakhir pada masa yang berbeda-beda.

Dinasti di Asia Timur

Di Tiongkok, sejumlah dinasti didirikan dan diruntuhkan silih berganti. Setelah keruntuhan Dinasti Jin (265–420), kekaisaran Tiongkok pecah menjadi banyak negara (304–469). Kerajaan tersebut saling bertikai, namun setelah usaha penyatuan hampir berhasil, muncul dua kekuatan besar yang mengklaim diri sebagai penerus tahta kekaisaran Tiongkok. Periode tersebut dikenal sebagai masaDinasti Utara dan Selatan (420–589). Negara-negara tersebut bersatu di bawah Dinasti Sui pada tahun 581. Dinasti tersebut tidak bertahan lama dan digantikan oleh Dinasti Tang (618). Di bawah pengaruh dinasti ini, kekaisaran Tiongkok mengalami zaman kejayaannya dalam bidang seni, sains, dan teknologi. Kejayaan militer di Basin Tarimmenyebabkan Jalur Sutera terbuka sehingga Tiongkok dapat melakukan perdagangan denganAsia Tengah, bahkan hingga ke Barat. Dinasti ini membawa Tiongkok memasuki zaman keemasankedua. Ibukotanya, Chang’an (kini disebut Xi’an) merupakan kota terbesar di dunia pada masa itu.

Di sebelah timur Tiongkok, tepatnya Korea danJepang, terjadi perkembangan sistem pemerintahan dan tata negara. Pada masa Dinasti Tang berkuasa di Tiongkok, Jepang masih diperintah oleh kaisar dariDinasti Yamato. Kepulauan Jepang sendiri terbagi menjadi beberapa provinsi. Selama zaman Asuka(538–710), provinsi Yamato berkembang menjadi negara dengan pemerintahan terpusat. Agama Buddha mulai masuk, dan ada upaya untuk mengadopsi beberapa unsur kebudayaan Tiongkok dan agama Khonghucu. Zaman Nara (abad ke-8) ditandai oleh munculnya negara Jepang yang berdaulat dan seringkali diungkapkan sebagai zaman keemasan. Selama periode ini, pemerintah imperial ambil bagian dalam kantor pemerintahan, kuil, pembangunan jalan, dan sistem irigasi. Pada Zaman Heian (794-1185) terjadi puncak kekuasaan imperial, diikuti dengan kebangkitan klan-klan militer sebagai permulaan feodalisme di Jepang.

Pada abad ke-7, masa-masa berakhirnya Zaman Tiga Kerajaan (Goguryeo, Baekje dan Silla) terjadi di Semenanjung Korea. Silla menaklukkan Baekje pada tahun 660, lalu Goguryeo pada tahun 668, menandai permulaan Zaman Negara Utara-Selatan, dengan Kerajaan Silla Bersatu di selatan, dan Balhae(penerus kekuasaan kerajaan Goguryeo) di utara. Sekitar tahun 900-an, terjadi perpecahan di Korea yang mengakibatkan munculnya kekuatan yang saling bersaing; periode tersebut dikenal sebagaiZaman Tiga Kerajaan Akhir, dengan kemenangan Goguryeo (yang kemudian disebut Hugoguryeo, dan akhirnya berganti nama menjadi Goryeo), yang menyatukan kerajaan-kerajaan di Semenanjung Korea pada tahun 936.

Sekitar abad ke-10, Dinasti Tang di Tiongkok mengalami kemunduran karena pemberontakan di wilayah selatan. Akhirnya wilayah kekaisaran Tiongkok terpecah menjadi lima dinasti dan sepuluh negara yang saling bertikai (907–960). Pada tahun 907, di Tiongkok Utara berdiri Dinasti Liao yang didirikan oleh bangsa Khitan dari kawasan Mongoliakini. Sementara itu perang saudara di selatan diakhiri dengan berdirinya Dinasti Song (960). Pada masa Dinasti Song, terjadi kemajuan teknologi dalam peperangan, yaitu pengembangan bubuk mesiu yang berujung pada penciptaan senjata api, sepertisenapan, meriam, dan pelontar api. Saat Dinasti Song sedang berkembang, Dinasti Liao tergantikan oleh Dinasti Jin (1115) yang didirikan bangsaJurchen dari daerah utara.

Dimulai dari tahun 1185, terhitung sejak permulaanZaman Kamakura (berdasarkan nama Keshogunan Kamakura yang berkuasa pada zaman tersebut), Jepang mengalami periode feodalisme. Wilayah Jepang terbagi-bagi menjadi sejumlah region yang dikuasai oleh penguasa regional (daimyo) danpanglima perang (shogun) dari kalangan klanbangsawan yang mendapat perhatian kaisar Jepang. Garis keturunan kaisar dari dinasti terawal masih berlanjut, namun tidak memberi pengaruh banyak dan hanya sebagai simbol kepala pemerintahan saja. Pada masa ini terjadi pertikaian antara klan-klan besar, seperti Minamoto dan Taira. Setelah konflik internal selama beberapa dasawarsa, bangsa Jepang—demikian pula Tiongkok dan Korea—dikejutkan oleh serbuan barbar dari Asia Tengah: bangsa Mongol.

Pada abad ke-13, bangsa Mongol melancarkan serbuan ke Asia Timur. Dinasti Jin dan Song tidak mampu mematahkan serbuan mereka. Dua dinasti tersebut runtuh dan menjadi Dinasti Yuan (1271), dikuasai oleh orang Mongol dan menjadi bagian dariKekaisaran Mongolia. Bangsa Korea—yang pada saat itu dipimpin Dinasti Gojoseon—diperangi dalam serangkaian pertempuran antara tahun 1231 sampai 1251; pertempuran dimenangkan pihak Mongol sehingga Gojoseon menjadi salah satu vasalKekaisaran Mongolia. Dari Korea, bangsa Mongol menyeberang ke Jepang pada tahun 1274 dan 1281. Akan tetapi invasi tersebut gagal karena armada mereka tenggelam. Setelah kejayaan Kekaisaran Mongolia berakhir, negara vasalnya melepaskan diri.

Pada tahun 1392, Dinasti Goryeo digantikan olehDinasti Joseon, yang akan menguasai Semenanjung Korea selama kurang lebih 500 tahun. Pada dekadeyang sama, pemerintahan Dinasti Yuan di Tiongkokdigulingkan oleh rakyat dan digantikan dengan pemerintahan Dinasti Ming (1368–1644) oleh orang Han. Di bawah Dinasti Ming, sekali lagi Tiongkok berada dalam masa kejayaannya. Dinasti ini berdiri dari tahun 1368 dan berakhir pada tahun 1644.

Perkembangan Islam

Peta daerah taklukan muslim, dalam rentang tahun 622–750.
  622–632, oleh Nabi Muhammad
  632–661, oleh Khulafaur Rasyidin
  661–750, oleh Khulafaur Umayyah

Pada abad ke-7, di jazirah Arab, Muhammad bin Abdullāh menyebarkan agama baru yang disebutIslam, dan pengikutnya disebut muslim. Kemunculan Islam mengakhiri periode paganisme bangsa Arabsebelumnya yang dikenal sebagai zaman Jahiliyah. Sebelum kemunculan Islam, kota Mekkah sudah menjadi pusat perdagangan di Arab, dan Muhammad adalah seorang pedagang. Dengan tradisi haji, yaitu perjalanan suci ke Mekkah, kota tersebut tidak hanya menjadi pusat pertukaran komoditas, melainkan juga pertukaran ide. Pengaruh pedagang Muslim atas rute perdagangan Afrika-Arab dan Arab-Asia sungguh besar. Akibatnya, peradaban Islam berkembang dan meluas dengan basis perekonomian pedagangnya, berbeda dengan Kristen, India, dan Tiongkok yang masyarakatnya berbasis pada pertanian. Pengetahuan dan keterampilan dari Timur Tengah,Yunani, dan Persia Kuno dipelajari oleh kaum muslim pada Abad Pertengahan. Kaum muslim juga memberi inovasi bagi penemuan bangsa lain, misalnya pengolahan kertas dari Tiongkok dan posisi desimal pada sistem bilangan dari India. Sebagian besar pembelajaran dan perkembangan tersebut berhubungan dengan geografi. Para pedagang muslim membawa barang dagangan serta agama mereka ke Asia Selatan, Asia Tenggara, Asia Tengah, Tiongkok,ndan kerajaan-kerajaan di Afrika Barat, lalu kembali dengan penemuan-penemuan baru.

Penaklukan Islam dimulai sejak zaman Nabi Muhammad. Ia mendirikan kekhalifahan di jazirah Arab di bawah pemerintahan Khulafaur Rasyidin dan Umayyah. Setelah wafatnya Muhammad, kaum muslim memulai ekspansi mereka pada akhir Era Klasik dan awal Abad Pertengahan. Pada pertengahan abad ke-7, pasukan muslim menaklukkan Timur Tengah, Mesir, dan Afrika Utara. Pasukan muslim menaklukkan Persia pada tahun 642, sehingga mengakhiri Dinasti Sassaniyah. Selama periode supremasi kaum Rajput di India Utara dan Barat Daya (kini Pakistan), invasi muslim berjalan ke kawasan tersebut seiring ekspansi mereka ke Asia Tengah. Dari Persia, kaum muslim menaklukkan Multan di Punjab, wilayah Pakistanmasa kini. Mobilisasi pasukan muslim ke Indiasempat tertahan setelah kekalahan mereka dalampertempuran Rajasthan. Dari Maroko di Afrika Utara, pasukan muslim menyeberangi selat Gibraltar dan menaklukkan semenanjung Iberia pada tahun 711. Wilayah tersebut diberi nama Al-Andalus, dan di kemudian hari menjadi Kekhalifan Córdoba. Ekspansi kaum muslim di Eropa Barat ditahan oleh pasukan Kristen dalam pertempuran Tours dan pertempuran sungai Berre. Pada akhir abad ke-15, monarki Kristen di Eropa merebut kembali semenanjung Iberia.

Dalam perjalanan sejarahnya, dan setelah berbagai konflik yang dilalui, kekuatan muslim di dunia pada Abad Pertengahan sempat terbagi menjadi sejumlah kekhalifahan dan kesultanan, di antaranya: Abbasiyah, Fatimiyah, Almorawiyah, Seljuk, Ajuuraan,Adal dan Warsangali di Somalia, Mughal di India,Safawiyah di Persia, dan Utsmaniyah di Turki. Peradaban Islam memunculkan berbagai pusat kebudayaan dan pembelajaran serta melahirkan ilmuwan, astronom, matematikus, dokter, perawat, dan filsuf terkemuka selama Zaman Kejayaan Islam. Dalam perkembangannya, kaum muslim mengalami perselisihan dengan imperium di Eropa, dan terlibat dalam serangkaian peperangan, di antaranya: Perang Bizantium-Seljuk, Perang Bizantium-Utsmaniyah, dan

Perang Salib. 

Kekaisaran Bizantium berhasil menghalau pasukan Fatimiyah di Anatolia, regionTurki, sampai akhirnya kaum Seljuk datang dan bersekutu dengan Abbasiyah. Disintegrasi Dinasti Seljuk memicu kebangkitan sejumlah monarki kecil yang bersaing untuk kekuasaan di Anatolia selama periode Perang Salib, hingga masa kebangkitan Kesultanan Utsmaniyah. Kesultanan tersebut berhasil menaklukkan Bizantium pada tahun 1453.

Tahun 1258, pasukan Mongol di bawah pimpinanGenghis Khan menghancurkan Kekhalifanan Abbasiyah, ditandai dengan keberhasilan mereka dalam pengepungan Baghdad (1258). Sekitar seabad kemudian, Timur Leng, seorang kesatria Turk-Mongol, berusaha mengulang kembali kejayaan Genghis Khan. Setelah menaklukkan Damaskus, ia beralih agama ke Islam, mengawali era ekspansi muslim Turk dan Mongol ke Eropa Timur, Asia Tengah, dan India. Selama masa pemerintahannya, Timur menjadi penguasa di dunia muslim setelah mengalahkan kaum mamluk di Mesir dan Suriah,Kesultanan Utsmaniyah, dan Kesultanan Delhi. Kesultanan Utsmaniyah meraih kembali kekuasaannya dengan menguasai sebagian besar Timur Tengah. Dinasti Safawiyah menguasai Persiadan Asia Tengah, sedangkan keturunan Timur menginvasi Kabul. Dari sana, suatu kesultanan terbentang, dibatasi oleh Persia di sebelah barat danteluk Benggala di sebelah timur; kesultanan ini disebut sebagai Kesultanan Mughal. Dinasti Safawiyah berakhir dengan kematian pemimpin terakhirnya, Ismail III, pada tahun 1760. Kesultanan muslim terakhir, Utsmani, runtuh pada tahun 1918 setelah Perang Dunia I.

Nomad di Asia Tengah

Bermula sejak Dinasti Sui (581–618), Kekaisaran Tiongkok memulai ekspansi mereka ke sebelah timurAsia Tengah, dan berurusan dengan nomad bangsa Turk, yang merupakan suku dominan di Asia Tengah. Pada awalnya hubungan mereka kooperatif, tetapi pada tahun 630, Dinasti Tang melancarkan ofensif kepada bangsa Turk, dan merebut kawasan gurun Ordos, Mongolia Dalam. Dinasti Tang juga bersaing dengan Kerajaan Tibet demi kekuasaan atas Asia Tengah. Pada abad ke-8, agama Islam mulai menyebar ke kawasan tersebut dan akhirnya menjadi agama mayoritas bagi penduduk kawasan tersebut, sementara agama Buddha masih dominan di sebelah timur. Nomad gurun dari Arab dapat menjalin hubungan kohesif dengan nomad stepa Asia Tengah, dan kekhalifahan awal memiliki kuasa atas bagian dari kawasan Asia Tengah. Bangsa Hun Putih adalah grup nomad yang mendominasi pada abad ke-6 dan ke-7, dan menguasai sebagian besar kawasan Asia Tengah. Pada abad ke-10 dan ke-11, kawasan tersebut terbagi menjadi beberapa negara, termasuk wilayah Kekhalifan Samaniyah dan Khwarezmia.

Kekaisaran Mongol

Kekaisaran besar yang muncul dari Asia Tengah berkembang saat Genghis Khan menyatukan suku-suku di Mongolia. Potensi sumber daya dan jalur perdagangan di Asia Barat membuat Gengis Khan mengalihkan perhatiannya ke sana. Pada 1219-1221, pasukan Mongol menaklukkan Kekaisaran Khwarezmia dan kota-kota muslim di sekitarnya. Tahun-tahun berikutnya, melalui peperangan dan penyerahan, pasukan Mongol menguasai kawasan yang kini merupakan wilayah Iran, Iraq, Suriah, danTurki. Tahun 1258, pasukan Mongol berhasilmengepung Baghdad yang pada masa itu merupakan salah satu kota muslim besar. Ketika pasukan Mongol menyerbu Palestina, mereka dipukul mundur oleh prajurit Mamluk di dekat Lembah Jezreel, dalampertempuran Ain Jalut.

Bangsa Mongol menyerbu Tiongkok setelah berhasil melewati Tembok Besar Tiongkok. Dari utara, mereka menaklukkan kerajaan-kerajaan kecil dan menjatuhkan Dinasti Jin dan Song yang berkuasa saat itu. Penaklukan atas Tiongkok memicu berdirinya Dinasti Yuan. Sejak 1231, pasukan Mongol menginvasi Korea yang pada saat itu dikuasai olehDinasti Gojoseon. Invasi mereka berakhir setelah Gojoseon menyatakan penyerahan dirinya pada tahun 1259. Setelah penaklukan Korea dan berdirinya Dinasti Yuan, perhatian pasukan Mongol juga tertuju pada Asia Tenggara, yang pada saat itu merupakan kawasan bagi sejumlah kerajaan Hindu-Buddha. Tahun 1257, mereka menyerbu Vietnam Utara, yang pada masa itu merupakan wilayah Dinasti Tran danKerajaan Champa. Setelah usaha penyerangan yang tidak berhasil, penguasa monarki di Vietnam Utara membuat perjanjian damai dengan Dinasti Yuan.

Pada 1274, pasukan Mongol berangkat dari Korea untuk menyerbu Jepang. Sebelum berhasil mencapai ibukota Jepang, armada mereka ditenggelamkan oleh angin topan, yang kemudian dikenal sebagaikamikaze (“angin dewa”). Sementara itu di Asia Tenggara, pasukan Mongol juga menyerbu Burma. Mereka berhasil mengalahkan pasukan Burma, namun terpaksa menarik mundur pasukannya karena iklim tropis dan malaria. Tahun 1281, bangsa Mongol melakukan invasi kedua ke Jepang dengan armada yang berangkat dari Korea dan Tiongkok, namun mendapatkan kegagalan yang sama. Sementara itu, kemenangan pasukan Mongol dalampertempuran Pagan (1287) menyebabkan Burma menjadi vasal Dinasti Yuan. Tahun 1293, pasukan Mongol menyerbu Jawa—yang pada saat itu merupakan wilayah Singhasari—namun gagal.

Di Eropa, pasukan Mongol menyerbu dan menghancurkan Kievan Rus’, juga menginvasiPolandia, Hongaria dan Bulgaria. Selama tiga tahun (1237–1240), pasukan Mongol menghancurkan dan membinasakan kota-kota besar di Eropa Timur kecuali Novgorod dan Pskov.

Kekaisaran Mongolia hanya bertahan selama kurang lebih satu abad. Setelah kejayaannya, wilayah taklukan mereka melepaskan diri. Setelah wafatnyaGenghis Khan pada tahun 1227, sebagian besar kawasan Asia Tengah dikuasai oleh Khanat Chagatai. Tahun 1369, Timur alias Timur Leng, seorang pemimpin militer berkebangsaan Turk, menaklukkan sebagian besar wilayah kekuasaan para khanMongol. Akan tetapi kekaisaran yang dibentuk olehnya runtuh tak lama setelah kematiannya. Kemudian kawasan tersebut dibagi-bagi menjadi sejumlah khanat (daerah yang dikuasai khan), meliputi Khanat Khiva, Khanat Bukhara, Khanat Kokand, dan Khanat Kashgar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s