Sejarah Dunia: Kesultanan dan Dinasti di Asia Selatan dan Asia Tenggara


image

Kesultanan dan Dinasti di Asia Selatan

Kemaharajaan Chola pada masa pemerintahan Rajaraja Chola I (985–1014).

Pergerakan pasukan muslim ke India diawali dariPersia. Tahun 712, jenderal Muhammad bin Qasimmenaklukkan sebagian besar kawasan lembah Indus, yakni wilayah negara Pakistan masa kini. Kemudian kawasan tersebut menjadi bagian dari Kekhalifahan Umayyah. Zaman Klasik Akhir di India bermula setelah berakhirnya kejayaan Kemaharajaan Guptadan runtuhnya Kerajaan Harsha pada abad ke-7, dan berakhir seiring dengan jatuhnya Kerajaan Wijayanagara di India Selatan pada abad ke-13, karena tekanan pasukan muslim di sebelah utara.

Dari abad ke-7 hingga ke-9, tiga dinasti berkuasa di kawasan India Utara: Gurjara-Pratihara dari Malwa, Dinasti Gangga Timur dari Odisha, Pala dariBenggala, dan Rashtrakuta dari Dekkan. Kemudian Dinasti Sena mengambil alih kekuasaan Kerajaan Pala, sementara Gurjara-Pratihara terpecah belah menjadi beberapa kerajaan. Hal ini mengawali sejarah berdirinya kerajaan-kerajaan kaum Rajput, yaitu serangkaian kerajaan yang senantiasa bertahan dalam sejarah India, selama hampir satu milenium, sampai akhirnya India memperoleh kemerdekaan dari Inggris. Kerajaan kaum Rajput pertama yang tercatat dalam sejarah berdiri di Rajasthan pada abad ke-6, dan beberapa dinasti Rajput memerintah sebagian India Utara. Sementara itu, Dinasti Shahimenguasai bagian timur Afganistan, Pakistan Utara, dan Kashmir dari pertengahan abad ke-7 sampai awal abad ke-11.

Dinasti Chalukya menguasai bagian selatan dan tengah India—dengan pusat di Badami, Karnataka—antara tahun 550 hingga 750, dan kemudian olehChalukya Barat antara tahun 970 dan 1190. Dinasti Pallawa dari Kanchipuram adalah tetangganya di ujung selatan. Seiring dengan keruntuhan Kerajaan Chalukya, negara vasalnya memerdekakan diri dan sejumlah monarki terbentuk di bekas wilayahnya, seperti Dinasti Hoysala dari Halebidu, Dinasti Kakatiya dari Warangal, Seuna Yadawa dari Devagiri, dan wilayah Kalachuri di selatan.

Pada abad ke-10 dan ke-11, pengaruh Dinasti Choladi India Selatan sudah berkembang hingga ke wilayahAndra Pradesh masa kini dan kerajaannya telah menjadi tempat ziarah bagi biarawan dari Asia Timur. Dinasti tersebut menjalin hubungan dagang dengan Dinasti Tang di Tiongkok dan kerajaan Sriwijaya di Semenanjung Malaya. Pada puncak kejayaannya, Kerajaan Chola menguasai kawasan India Selatan dan sebagian Asia Tenggara. Raja Raja Chola I menaklukkan India Selatan dan sebagian Sri Lanka. Pasukannya bergerak ke timur dan menduduki pantai Myanmar hingga ke Vietnam, kepulauan Andaman dan Nikobar, Lakshadweep, Sumatra, danSemenanjung Malaya, serta kepulauan Pegu. Kemudian selama periode pertengahan di India,Kerajaan Pandya berdiri di Tamil Nadu, demikian pulaKerajaan Chera di wilayah Kerala dan Tamil Nadu. Tahun 1343, dinasti-dinasti tersebut mulai runtuh, mengawali perkembangan Kerajaan Wijayanagara.

Setelah beberapa penaklukan muslim yang sukses diAsia Tengah (antara abad ke-10 dan ke-15), kesultanan-kesultanan muslim mulai merambah ke anak benua India, seperti pendirian Kesultanan Delhidan Kesultanan Mughal. Penguasa Mughal datang dari Asia Tengah untuk menguasai sebagian besar wilayah utara Asia Selatan. Para sultan Mughal memperkenakan kesenian dan arsitektur dari Asia Tengah ke India. Sementara Kesultanan Mughal dan beberapa kerajaan kaum Rajput berkembang, sejumlah kerajaan Hindu merdeka, seperti Wijayanagara, Maratha, Gangga Timur, dan Ahomberkembang di tempat yang berbeda-beda di segala penjuru India. Kesultanan Mughal mengalami keruntuhan secara perlahan pada awal abad ke-18, sehingga memberikan kesempatan bagi bangsa Afghan, Balokhi, Sikh, dan Maratha untuk menguasai daerah di barat daya India sampai akhrnyaPerusahaan Hindia Timur Britania dari Inggris memperoleh kuasa atas Asia Selatan.

Imperium di Asia Tenggara

Pada permulaan Era Pascaklasik, di Asia Tenggaraterjadi kejatuhan Kerajaan Funan yang terbentang dari pesisir Laut Tiongkok Selatan hingga Samudra Hindia. Kerajaan tersebut digantikan oleh Kerajaan Chenla. Sekitar abad ke-7, kerajaan maritim Sriwijayaberdiri di Sumatera Selatan, wilayah Indonesia masa kini. Wilayah kekuasaannya mencakup pulauSumatra, Jawa Barat, dan Semenanjung Malayasampai tanah genting Kra (selatan Thailand). Kerajaan ini memiliki hegemoni atas laut di sekitar semenanjung Malaya, seperti Selat Malaka, Selat Sunda, dan Laut Tiongkok Selatan. Kerajaan ini juga berpengaruh atas jalur laut perdagangan antara Indiadan Tiongkok, sekaligus berdagang dengan mereka.

Pada abad ke-9, Kerajaan Pagan atau Dinasti Pagan terbentuk di Myanmar, sebagai manifestasi dari penyatuan wilayah-wilayah kedaulatan di kawasan tersebut. Selama keberlangsungannya, kerajaan ini mendukung pertumbuhan Agama Buddha Theravadadi kawasan Asia Tenggara. Di sebelah timur,Kekaisaran Khmer berdiri, menggantikan Kerajaan Chenla. Angkor, ibukota Khmer, merupakan kota terbesar di dunia sebelum zaman industri dan memiliki ribuan kuil, yang paling terkemuka adalahAngkor Wat.

Pada abad ke-11, Sriwijaya jatuh ke tangan Dinasti Chola. Pada masa itu juga, Islam menyebar dariGujarat ke semenanjung Malaya dan kepulauan Indonesia. Pada abad ke-12 dan ke-13, Pagan danKekaisaran Khmer menjadi dua kekaisaran utama di Asia Tenggara daratan. Pada abad ke-13, bangsaMongol melancarkan serbuan ke sejumlah kawasan di Asia Tenggara, di antaranya: Burma, Jawa,Vietnam. Di Vietnam dan Jawa, penyerbuan mereka gagal. Tak lama Setelah pengusiran pasukan Mongol dari Jawa, Kerajaan Majapahit berdiri dan mencapai kejayaannya pada abad ke-14, dengan wilayah kekuasaan yang sebagian besar mencakup sebagian besar kepulauan Indonesia dan semenanjung Malaya.

Di Thailand, Sukhothai (abad ke-13) dan Ayutthaya(abad ke-14) merupakan kekuatan utama bangsa Thai yang dipengaruhi oleh bangsa Khmer. Setelah Ayutthaya mendominasi Sukhotai, pada abad ke-15, Khmer diserbu oleh Ayutthaya. Sementara itu, di kepulauan Indonesia dan Malaya, kerajaan-kerajaan Islam sedang berdiri, seiring keruntuhan Majapahit yang terpecah menjadi sejumlah kerajaan atau kesultanan, di antaranya Kesultanan Malaka,Kesultanan Demak, dan Kesultanan Cirebon. Seiring dengan perkembangan Islam, pada akhir Abad Pertengahan, bangsa Eropa mulai berdatangan dan berdagang di kawasan Asia Tenggara, diawali dengan bangsa Portugis, disusul dengan Spanyol dan Belanda.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s