Pimpinan KPK tahun 2016 – 2020


image

Pada Jumat 18 Desember 2015, Komisi III DPR telah menetapkan 5 calon pimpinan KPK. Melalui voting, mereka memilih 5 di antara 10 capim.  Maka berdasarkan hasil pemungutan suara tersebut, KPK periode 2015-2019 diketuai oleh Agus Rahardjo. Sementara para wakilnya adalah Basaria Panjaitan, Alexander Marwata, Saut Situmorang dan Laode Muhammad Syarif.
image

Diragukan

Para pimpinan KPK ini rupanya tak berjalan mulus. Banyak yang kecewa dengan pilihan DPR itu. Termasuk dari lembaga swadaya masyarakat yang konsern terhadap korupsi,  Indonesia Corruption Watch (ICW).

Salah satunya aktivis ICW, Emerson Juntho, menyebut terpilihnya pimpinan KPK yang baru adalah suatu hasil yang tidak menggembirakan. Emerson berujar, ada ketakutan DPR saat memilih calon pimpinan KPK yang baru, sehingga yang terpilih tidak ada sama sekali yang memiliki pengalaman atau pernah bertugas di KPK sebelumnya. “Saya lihatnya simple, pasti mereka tidak akan pilih yang akan memakan mereka. Makanya yang dipilih sahabat-sahabat DPR. Saya agak khawatir jangan-jangan DPR tidak ingin mengulangi kejadian yang sama,” ujar penggiat korupsi. Kejadian yang dimaksud adalah bagaimana KPK pada kepemimpinan sebelumnya banyak menangkap atau mengungkap korupsi anggota DPR maupun tokoh politik. DPR pun lantas memilih orang-orang yang dianggap paling ‘lembek’. “Kalau yang dianggap keras-keras kayaknya nggak akan dipilih. Kita anggap memang pilihannya bukan yang terbaik. Yang dipilih adalah mereka yang ingin jadikan KPK menjadi Komisi Pencegahan Korupsi,” ujar dia. “Dan mereka yang setuju akan revisi UU KPK yang sebenarnya akan melemahkan KPK,” lanjut Emerson.

Terpilihnya pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode ini berpotensi menempatkan komisi itu menghadapi tantangan maha dahsyat empat tahun kedepan. Bukan dari eksternal, akan tetapi dari internal tubuh KPK sendiri. Pusat Kajian Antikorupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai ada upaya penghancuran KPK dalam pemilihan pimpinan KPK oleh Komisi III DPR RI. Menurut peneliti Pukat, Hifdzil Alim, laksana kisah kuda Troya, KPK akan dihancurkan dari dalam, Sabtu, 19 Desember 2015.

Lima orang terpilih sebagai pimpinan KPK adalah Agus Rahardjo, Irjen Basaria Panjaitan, Alexander Marwata, Saut Situmorang, dan Laode M Syarif. Sedangkan sebagai ketua terpilih adalah Agus. Berdasarkan catatan Pukat, lima orang pimpinan KPK terpilih itu memiliki sejumlah kelemahan dalam komitmen pemberantasan korupsi. “Beberapa calon pimpinan waktu fit and proper test terlihat berusaha menyenangkan anggota dewan dengan justru menyerang KPK,” kata Hifdzil yang juga mengampu materi Ilmu Hukum di Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga itu.

Tidak hanya itu, masing-masing pimpinan terpilih sejumlah catatan latar belakang buruk. Ada yang dinilai sering memutus bebas perkara korupsi yaitu Alex Marwoto. Ada yang dinilai sungkan kepada atasan yaitu Basaria, ada yang tidak taat melaporkan laporan harta kekayaan pejabat negara yaitu Agus Raharjo. Selain itu juga ada yang dinilai mempunyai catatan buruk dan titipan yaitu Saut Situmorang.

Para pimpinan terpilih ini banyak yang setuju revisi undang-undang KPK. Bahkan ada yang ingin menghentikan kasus atau skandal Bank Century dan kasus BLBI (Bantuan Likuiditas Bank Indonesia). “Ada yang berpendapat banyaknya pemberitaan tentang korupsi menurunkan indeks persepsi korupsi. Bahkan ada yang menuduh KPK melakukan jebakan dan pembiaran melakukan OTT (operasi tangkap tangan),.

Optimis

Berbeda dengan pihak yaang meragikan. Jajaran pemerintah seperti Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengapresiasi pilihan DPR itu. Khususnya Ketua KPK Agus Raharjo. Menurut pria yang karib disapa Ahok ini, Agus Rahardjo merupakan figur yang tepat dan cocok.

image

Sama dengan Ahok, Wakil Presiden Jusuf Kalla yakin pimpinan yang baru tersebut dapat lebih garang dalam memberantas korupsi dibandingkan pemimpin sebelumnya. Untuk itu, dia meminta kepada publik agar tak mengkritiknya terlebih dahulu. “Yah jangan dulu dikritik sebelum menjalankan tugas yah, bisa-bisa lebih keras daripada yang lalu. Tunggu saja, saya yakin ini lebih keras,” ujar JK di Istana Bogor, Jawa Barat, kemarin. “Jangan hanya menganggap ahli antikorupsi hanya yang itu-itu saja. Ini lebih hebat lagi nanti, percaya sama saya,” ucap dia.

image

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menaruh harapan pada kelima pimpinan KPK yang baru terpilih ini dapat memperkuat sinergi dengan lembaga penegak hukum lainnya, termasuk Polri, dalam pemberantasan tindak pidana korupsi. “Diharapkan ke depan bisa kerja sama yang lebih erat, lebih sinergis dalam pemberantasan tindak pidana korupsi, termasuk harapan kita juga KPK lebih jaya, lebih berhasil dalam pemberantasan tindak pidana korupsi,” kata Badrodin di Mabes Polri, Jakarta. Menurut Badrodin, kerja sama dan sinergi antarlembaga penegak hukum dalam pemberantasan tindak pidana korupsi penting dilakukan. Mengingat, masih banyaknya kasus korupsi yang harus diungkap. “Ya sebagaimana beberapa waktu lalu, sudah saya sampaikan kerja sama itu tidak cukup dengan MOU, tetapi kalau kita mau bersinergi ada persyaratan-persyaratan yang harus disadari, kita harus lakukan lebih keras karena kerja sama itu. Sinergi itu perlu ada interaksi, ada saling kepercayaan, tidak hanya pimpinan tapi juga pelaksana di tingkat bawah,” Badrodin menerangkan. 

Femikian juga Teten Maaduku. Penasehat staf peesiden.. “Pemerintah menghormati Pimpinan KPK baru yang baru dipilih Komisi III DPR yang akan ditetapkan dalam paripurna DPR,” ujar Kepala Staf Kepresidenan, Teten Masduki.

image

 
Ia mengatakan, pemerintah berkomitmen bersama 5 pimpinan KPK yang baru untuk bekerja memberantas korupsi melalui dua cara, yaitu penindakan dan pencegahan. Pemerintah juga meyakinkan upaya untuk terus memperkuat KPK. “Pemerintah terus berkomitmen untuk memperkuat KPK,” ucap Teten. Walau sempat menimbulkan pro kontra, mantan aktivis antikorupsi itu meyakini masyarakat tetap optimistis atas terpilihnya ke-5 orang itu. “Banyak harapan publik kepada pimpinan KPK yang baru,” tukas Teten..

Para pimipinan KPK bila dilihat rekam jejaknya belum tentu bisa menjadi pimpinan yang baik. Bahkan, salah seorang pimpinan KPK sekaranh memgatakan tak menjamin jika KPK saat ini akan lebih baik ketimbang komisi anti rasuah yang dipimpin Abraham Samad pada periode lalu.  Makanya salah seorang pimpinan KPK minta masyarakat bersama-sama. Publik diminta untuk terus mengontrol KPK. Sebab, dia tak menjamin dirinya akan terus baik seperti komitmennya kepada DPR saat uji kepatutan dan kelayakan calon pimpinan KPK.

image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s