Badai Freeport Sudirman di MKD Ikut Menyeret Megawati dan Budi Gunawan


Badai Freeport yang dihembuskan Sudirman di gelanggang politik DPR tampaknya semakin kencang berhembus dan menyapu berbagai orang ternama di Indonesia. Rekaman suara yang diperdengarkan di sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR Rabu 2/12/2015 petang hari itu, ternyata bak gurita ikut menyeret beberapa nama besar negeri ini. Sempat sebelumnya nama Ketua DPR Setyo Novanto dan Menko Polkam diaebut sebut kini nama besar lainnya juga ikut terkena. Suara yang diduga milik pengusaha minyak Riza Chalid menyebut Presiden Joko Widodo sempat dimaki-maki oleh Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri. Sebab, Jokowi menolak pengangkatan Budi Gunawan sebagai kepala Polri.

image
Dari isi rekaman yang diduga merupakan suara Riza itu disebutkan, kejadian itu berlangsung di Solo. Elite parpol Koalisi Indonesia Hebat (KIH) juga hadir saat kejadian tersebut. “Di Solo ada… ada Surya Paloh, ada si Pak Wiranto, pokoknya koalisi mereka. Dimaki-maki, Pak, Jokowi itu sama Megawati di Solo. Dia tolak BG,” demikian suara yang diduga Riza seperti dalam rekaman yang diperdengarkan di sidang MKD.

Seperti diketahui bulan Februari 20, Presiden Jokowi memang sempat mengusulkan Budi Gunawan sebagai kepala Polri. Setelah itu, Budi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Namun, Komisi III tetap memutuskan untuk meloloskan Budi dalam fit and proper test. Namun Jokowi tetap membatalkan pelantikan Budi dan mengusulkan Badrodin Haiti sebagai calon kepala Polri yang baru. Presiden mengatakan, pencalonan Budi Gunawan sebagai kepala Polri telah menimbulkan perbedaan pendapat di masyarakat. Dalam rekaman, suara yang diduga Riza itu mengaku heran dengan keberanian Jokowi itu. “Gila itu, sarap itu. Padahal, ini orang baik kekuatannya apa, kok sampai seleher melawan Megawati,” ucap suara yang diduga Riza.

Orang tersebut juga mengatakan hal yang mencengangkan dengan menyinggung peran mantan ajudan Megawati itu dalam memenangkan Jokowi-Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden 2014. “Padahal, pada waktu pilpres, kita mesti menang, Pak. Kita mesti menang Pak dari Prabowo ini. Kalian operasi, simpul-simpulnya Babimnas. Bapak ahlinya, saya tahu saya tahu itu,” ucap suara yang diduga Riza. “Babimnas itu bergerak atas gerakannya BG sama Pak Syafruddin. Syafruddin itu Propam. Polda-polda diminta untuk bergerak ke sana. Rusaklah kita punya di lapangan,” ucapnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s