Kontrak Karya Smelter PT Freeport Indonesia Belum Terpenuhi ?


Smelter atau Pabrik Pelebur PT Freeport Indonesia

PT Freeport Indonesia hingga 26 Juni 2015 baru merealisasikan 13,46 persen pembangunan pabrik pabrik pengolahan dan pemurnian mineral mentah (smelter) di Gresik, Jawa Timur. Padahal, kesepakatan untuk merupakan bagian dari renegosiasi kontrak karya yang telah disepakatinya dengan pemerintah sejak akhir tahun lalu. Padahal
UU Minerba menetapkan kewajiban pemegang Kontrak Karya yang berada dalam masa produksi untuk melakukan proses pengolahan/pemurnian di dalam negeri.

image

Perkembangan tersebut terungkap dari proposal permohonan perpanjangan izin ekspor konsentrat yang dilayangkan manajemen Freeport ke Kementerian ESDM beberapa waktu lalu.

UU Minerba menetapkan kewajiban pemegang Kontrak Karya yang berada dalam masa produksi untuk melakukan proses pengolahan/pemurnian di dalam negeri. Ketentuan-ketentuan yang ada di dalam Kontrak Karya PTFI telah mencakup kewajiban untuk melakukan studi kelayakan terhadap pendirian pabrik smelter di dalam negeri. Oleh karena itu PTFI telah membangun fasilitas peleburan tembaga pertama di Indonesia yang berlokasi di Gresik.

Kewajiban membangun smelter merupakan implementasi turunan dari UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Dalam beleid tersebut, pemerintah melarang adanya kegiatan ekspor untuk beberapa komoditas termasuk konsentrat tembaga, emas dan perak yang diproduksi Freeport. Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 tahun 2014 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pemberian Rekomendasi Pelaksanaan Penjualan Mineral ke Luar Negeri Hasil Pengolahan dan Pemurnian, Freeport masih diperbolehkan mengekspor konsentrat dengan memenuhi sejumlah prasyarat.

Selain administratif, perusahaan ini juga harus melaporkan kemajuan proyek smelternya dengan perkembangan paling sedikit 60 persen dari target pembangunan setiap enam bulan sekali.  “Sekarang masih dievaluasi. Kalau tidak memenuhi syarat, tentunya tidak diberikan rekomendasi izin ekspor dan Kementerian Perdagangan tidak bisa menerbitkan izin ekspor,” ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batubara, Bambang Gatot Ariyono. Juru bicara Freeport Indonesia Daisy Primayanti menyatakan perusahaannya telah menunjukan kemajuan proyek yang diproyeksikan menelan investasi hingga US$ 2,3 miliar. Di mana kemajuan yang dimaksud meliputi persiapan perizinan mengenai analisis dampak lingkungan (Amdal) senilai US$ 1,5 juta, serta tahapan awal basic engineering senilai US$ 9 juta.

Perusahaan yang memiliki kegiatan pertambangan emas dan tembaga di Papua itu juga mengklaim telah menyetorkan uang jaminan kesungguhan proyek senilai US$ 115 juta, serta sebesar US$ 128 ribu dalam hal penyewaan lahan seluas 80 hektare milik PT Petrokimia Gresik (Persero). PT Freeport pun menyatakan telah menandatangi land definitive agreement dengan Petrokimia menyusul rencana penyewaan lahan. “Kami sudah memberikan laporan progress update untuk proyek ekspansi smelter di Gresik. Tapi kami belum memperoleh secara resmi perpanjangan izin ekspornya,” ujar Juru bicara Freeport Indonesia Daisy Primayanti.

image

PT Smelting Gresik

PT Smelting Gresik adalah Smelter tembaga pertama di Indonesia. Didirikan tahun 1996 dimana diperlukan biaya saat itu sebesar USD 750 Juta. PT Smelting Gresik dimiliki oleh PT Freeport Indonesia dan konsorsium Jepang, serta dioperasikan oleh Mitsubishi. PTFI memasok rata-rata 80% dari kebutuhan konsentrat PT Smelting.

40% produk konsentrat PTFI dikirim ke PT Smelting Gresik PTFI membangun pabrik peleburan tembaga (smelter) pertama di Indonesia, yaitu PT Smelting tahun 1998. Kami memasarkan konsentrat dengan harga pasar berdasarkan kontrak jangka panjang dengan sejumlah smelter internasional, dan akan tetap menghormati kontrak-kontrak tersebut.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s