Inilah Penyebab Utama Tragedi Haji di Mina 2015


image

Kembali musibah maut menimpa para syuhada di tanah suci. Ketika ratusan jemaah haji meninggal terinjak-injak di Jalan Arab 204 saat menuju ke lokasi lempar jumroh di Jalan Arab 204 itu berada di sebelah kiri jalan King Fahd dan jaraknya sekitar 500 meter. Spekulasi banyak berkembang tentang penyebab tragedi menyedihkan itu.

Penyebab utama musibah itu diduga karena ribuan jamaah haji saling dorong mendorong.
Saat para jemaah berjalan menuju tempat melempar jumroh, tiba-tiba jemaah di bagian depan berhenti. Jemaah bagian belakang yang sudah tak sabar ingin melempar jumroh lalu mendorong-dorong. Dalam.pènyelidikan awal diketahui robongan jamaah hajinyang jumlahnya ribuan itu terhadang karena beberapa jamaah haji dari Afrika memaksa berjalan melawan arus. Badan mereka yang besar itu secara paksa berbenturan dari jamaah yang berlawanan arah. Sehingga sebagian orang terjatuh. Saat terjatuh itu rombongan yang dari satu arah tersendat. Di bagian lain dari belakang sebagian jamah mendorong dorong sehingga ribuan orang terjatuh dan terinjak injak. Spekilasi lain yang mengatakan bahwa rombongan di depan terhenti karena adanya tamu VIP terbantahkan. Pihak kepolisian Arab Saudi memastikan tidak ada tamu VIP saat itu yang hadir. Tetapi beberapa spekulasi dan beberapa media mengungkapkan adanyankehadiran pangeran Arab Saudi sebagai penyebab tragedi itu.

Kehadiran Pangeran Sebagai Penyebab ?

Pangeran Arab Saudi Mohammad bin Salman Al Saud dituduh sebagai penyebab terjadinya Tragedi Mina yang menewaskan ratusan orang jemaah Haji di Mina 24 September 2015. Kehadiran putra Raja Salman itu diduga menyebabkan kepanikan yang menyebabkan terjadinya peristiwa tersebut. “Konvoi dari Mohammad bin Salman Al Saud, anak raja dan putra wakil putra mahkota Arab Saudi yang beranggotakan 350 personel keamanan, melaju menembus kerumunan jemaah yang bergerak ke arah lokasi lempar jumrah dan menyebabkan kepanikan pada jutaan jemaah yang bergerak ke arah yang berlawanan sehingga menyebabkan tragedi,” demikian ditulis beberapa media Arab yang dilansir oleh Fars News Agency, Jumat (25/9/2015).

Tuduhan tersebut menyebabkan munculnya tekanan bagi Pemerintah Kota Makkah untuk menjauhi kasus mengenai Tragedi Mina dan melimpahkan keputusannya kepada Raja Salman. Tidak ada sumber lainnya yang dapat diminta keterangan mengenai benar tidaknya dugaan ini. Namun, beberapa pengamat menilai informasi tersebut dapat menjelaskan mengapa dua jalan yang seharusnya digunakan untuk menuju lokasi lempar jumrah ditutup. Saksi mata membenarkan adanya penutupan dua jalan utama menuju ke lokasi lempar jumrah yang dilakukan petugas keamanan Arab Saudi sebelum salah satu ritual haji itu dilakukan. Penutupan itu bahkan dilakukan terhadap semua jalan ke lokasi setelah tragedi yang menewaskan 717 jemaah terjadi.

300 Jamaah Haji Iran Langgar Aturan

Penanggung jawab lembaga haji Iran mengungkapkan kepada harian Assyarq Al Ausath, Sabtu (26/09/2015), 300 jamaahnya menyelisihi aturan rombongan. Akibatnya, terjadilah insiden saling dorong pada jalur 204 di Mina. Hal itu menyebabkan wafatnya 717 orang dan 863 lainnya luka-luka. Musibah yang terjadi pada awal hari tasyriq ini menimpa jamaah haji dari berbagai negara dengan kondisi luka berbeda-beda. Dumber yang tidak ingin disebutkan namanya itu, kepada Assyarq Al Ausath mengatakan, kesalahan pertama berawal dari rombongan jamaahnya yang berjalan dari Muzdalifah menuju Mina pada Kamis (24/09/2015) pagi untuk melempar jumrah. Mereka tidak masuk dahulu ke dalam tenda seperti yang dilakukan oleh umumnya jamaah haji untuk menaruh barang-barang mereka dan menunggu giliran melempar jumrah, tetapi mereka langsung bergerak menuju jalur 204 dengan melawan arah. Penanggung jawab itu menambahkan bahwa jamaah haji Iran sebanyak 300 orang tidak menunggu akhir waktu jumrah aqabah. Dalam aturan yang diumumkan, mereka mestinya menunggu dahulu di tenda sampai kemudian mendapat giliran. Rombongan ini kemudian melawan arah bertepatan dengan keluarnya rombongan lain yang akan melempar jumrah sesuai jadwalnya. Akibatnya, terjadi tumpukan manusia yang saling bertabrakan pada jalur tersebut. Kata penanggung jawab haji Iran itu, rombongan ini berhenti sejenak, tidak bergerak kemanapun. Akibatnya terjadi tekanan dan dorongan dari jamaah haji yang lain untuk keluar dari jalur yang lebarnya sekitar 20 meter.
Sumber ini juga menjelaskan bahwa yang terjadi bukanlah saling dorong atau desak-desakan antar jamaah haji tetapi melawan arah, yang mengakibatkan jatuhnya banyak korban. Pantauan Assyarq Al Ausath, ada kamera CCTV yang dipasang pada terowongan yang digunakan untuk melempar jumrah tersebut. Pada CCTV itu bisa dilihat sebagai bukti bahwa jamaah haji Iran melakukan lempar jumrah bukan pada waktu yang ditentukan. Berdasarkan aturan, jamaah haji Iran mestinya melempar jumrah bersama rombongan dari Turki beberapa jam setelah insiden.

Berdasarkan aturan lembaga bimbingan haji yang telah ditetapkan oleh unit pelayanan dan bimbingan haji, lembaga bimbingan haji mestinya melakukan koordinasi dengan semua pihak. Kemudian lembaga itu harus mematuhi aturan pemberangkatan jamaah dari Muzdalifah ke Mina. Ketika sampai di Mina, seluruh jamaah haji yang jumlahnya pada tahun ini mencapai 1,3 juta jiwa kembali ke tenda-tenda mereka. Hal itu bertujuan agar mereka dapat beristirahat dan mengumpulkan tenaga setelah mereka melakukan perjalanan dari Muzdalifah. Setelah itu jamaah haji dibagi menjadi beberapa rombongan, kemudian menunggu dan berkoordinasi dengan para ketua rombongan, pemandu dan pembimbing untuk bersiap-siap berangkat melempar jumrah sesuai aturan yang sudah ditetapkan. Setiap lembaga bimbingan haji mengetahui kapan jamaah mereka berangkat mendapatkan giliran. Peraturan ini berlaku bagi seluru jamaah haji, termasuk dari Iran.

28 Petugas dihukum mati

Pengadilan Syariat Arab Saudi menjatuhkan hukuman pancung kepada 28 petugas yang dianggap bertanggung jawab atas terjadinya Tragedi Mina yang menewaskan sedikitnya 717 jamaah Haji. Demikian laporan dari kantor berita Lebanon, Al Diyar. “Raja Salman memberikan perintah untuk memberikan daftar nama orang yang bertanggung jawab mengatur kunjungan dan jamaah serta bertanggung jawab atas kematian sekira 1.000 jamaah. Dan, memerintahkan memancung 28 orang hari ini,” demikian laporan tersebut, sebagaimana dilansir Al Diyar, Jumat (25/9/2015). “Pengadilan Syariat memutuskan demikian, dan hukuman akan dilaksanakan di depan jamaah.” Beberapa pihak berspekulasi hukuman tersebut berkaitan dengan tudingan kepada Pangeran Mohammad bin Salman al Saud yang dituduh sebagai penyebab tragedi yang juga merenggut nyawa tiga jamaah asal Indonesia tersebut. Keluarga kerajaan dianggap menjadikan para petugas haji sebagai kambing hitam atas salah satu insiden haji terburuk dalam dua dekade terakhir itu.

Berdasarkan hasil temuan sementara, para jemaah sempat terlibat bentrok karena saling berdesakan menuju tempat melempar jumroh Aqabah. Menurut akun Facebook Direktorat Pertahaman Sipil Arab Saudi Kamis (24/9/2015) melansir bahwa “Volume jemaah yang akan melakukan lempar jumroh Aqabah sangat tinggi dan saling bertemu di jalan menuju Jamarat, tepatnya di persimpangan Jalan 204 dan Jalan 223 di Mina. Jemaah saling tumpang tindih,”.

Jumlah jemaah sangat banyak kala itu, mencapai ratusan ribu. Awalnya, para jemaah terlibat saling dorong dan kemudian berlanjut ke pertengkaran yang berujung pada jatuhnya para korban jiwa. “Sehingga, terjadi pertengkaran dan saling injak antara para jemaah dan sebagian besar dari mereka terjatuh. Pihak Saudi Red Crescent langsung mengambil inisiatif tindakan untuk mengendalikan situasi untuk mencegah bentrok semakin berlanjut dan menyetop arus para jemaah menuju Jamarat,” ungkap akun facebook Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi.

Pemerintah Arab Saudi langsung mengevakuasi ratusan korban insiden Mina. Rumah sakit di Mina sudah penuh, sehingga para korban langsung dilarikan ke RS yang berada di kota Makkah. Para korban langsung dilarikan ke Mina Emergency Hospital. Namun, karena RS tersebut penuh, sehingga korban luka dan tewas dibawa ke beberapa RS yang ada di kota Makkah.

image

Hingga pukul 18.35 WIB sebanyak 453 jemaah haji dilaporkan tewas dan lebih dari 719 orang luka-luka karena terinjak-injak di Jalan Arab 204, Mina. Mereka terinjak-injak saat menuju lokasi lempar jumroh.

Kejadian terinjak-injak ini terjadi sekitar pukul 07.00 waktu Arab Saudi. Data terakhir dari pihak Kementerian Pertahanan Sipil Arab Saudi, korban jiwa berjumlah 310 orang dan kebanyakan berasal dari Yaman. Hingga saat ini, belum ada WNI yang dilaporkan menjadi korban.

Diperkirakan 400 orang tewas akibat terinjak-injak di Jalan Arab 204 saat mereka menuju ke lokasi lempar jumroh. Sebanyak 4000 tim penyelamat berjibaku menyelamatkan korban jiwa, dan 220 ambulan dioperasikan untuk proses evakuasi.  Kejadian naas itu terjadi pada pukul 07.00 pagi waktu Arab Saudi. Para jemaah berdesak-desakan dan saling menginjak-injak. Akibatnya, para jemaah terluka karena terinjak-injak dan sebagian tewas.

image

image

image

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s