Kontroversi dan Faktor Resiko Water Birth


image

Persalinan dengan metode waterbirth dinilai Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) belum boleh dilakukan di Indonesia. Sebab metode itu belum masuk kurikulum pendidikan kedokteran. MKDKI pun memberi rekomendasi pencabutan selama setahun surat registrasi seorang dokter yang membantu persalinan waterbirth.

Persalinan di air (Inggris: waterbirth) adalah proses persalinan atau proses melahirkan yang dilakukan di dalam air hangat. Persalinan di air merupakan perkembangan yang relatif baru yang diperkenalkan di Eropa, Perancis pada tahun 1803. Pada 1970-an, beberapa bidan dan dokter di Rusia dan Prancis menjadi tertarik dengan cara-cara membantu bayi melakukan transisi dari dalam kehidupan di dalam rahim dengan kehidupan di luar sehalus mungkin. Keprihatinan mereka bahwa perawatan bersalin modern, dengan banyak intervensi, membuat bayi menjadi traumatis. Beberapa dokter, termasuk dokter kandungan Perancis Frederic Leboyer (1983), berpikir bayi dapat terkena dampak seumur hidup karena cara mereka lahir ke dunia.

Kasus meninggal

Seorang dokter kandungan yang berpraktik di salah satu rumah sakit di Jakarta Selatan sempat diadukan oleh orangtua pasiennya yang meninggal saat melakukan water birth. Rekomendasi dibuat setelah MKDKI mendapat pengaduan dari seorang ibu yang anaknya meninggal setelah dibantu dokter tersebut saat menjalani metode waterbirth. Pelaporan dilakukan tanggal 5 Juni 2012. Berdasarkan pemeriksaan, pada 23 Juli 2013 lalu, komisioner menemukan pelanggaran disiplin kedokteran sebagaimana diatur dalam perkonsil Nomor 4 tahun 2011 tentang disiplin profesional dokter dan dokter gigi pasal 3 ayat 2. Selain merekomendasi pencabutan surat tanda registrasi selama satu tahun, dokter yang bersangkutan juga tidak diperbolehkan menolong persalinan dengan waterbirth selama satu tahun, sampai metode tersebut ada dalam kurikulum pendidikan kedokteran. Sampai saat ini di Indonesia belum pernah ada penelitian terhadap metode persalinan dalam air. Penelitian seharusnya dilakukan baik dari sisi medis ataupun sosial, untuk diketahui apakah masyarakat Indonesia butuh dan cocok menjalankan proses kelahiran ini. Pihak MKDKI, pendidikan kedokteran, kolegium obstetri-ginekologi, dan organisasi profesi kedokteran belum mengakui waterbirth sebagai metode persalinan yang baik untuk dilaksanakan di Indonesia.

Faktor Resiko dan dampak buruknya
1. Kemungkinan air kolam tertelan oleh bayi sangat besar. Kondisi ini menyebabkan proses membutuhkan bantuan dokter kebidanan dan kandungan, juga spesialis anak yang akan melakukan pengecekan langsung saat bayi lahir. Sehingga jika ada gangguan bisa langsung terdeteksi dan diatasi.
2. Hipotermia atau suhu tubuh terlalu rendah akan dialami ibu jika proses melahirkan berlangsung lebih lama dari perperkiraan.
3. Bayi berisiko mengalami temperature shock jika suhu air tidak sama dengan suhu si ibu saat melahirkan yaitu 37 derajat celcius.
4. Tidak dapat dilakukan oleh ibu yang memiliki panggul kecil , sehingga harus melahirkan dengan bedah caesar.
5. Bila bayi berisiko sungsang lebih baik hindari melakukan persalinan di air.
6. Bila si ibu memiliki penyakit herpes, bisa berisiko menularkan penyakit tersebut melalui mata, selaput lendir dan tenggorokan bayi, karena kuman herpes dapat bertahan diair.
7. Kolam plastik yang digunakan harus benar benar steril agar tidak rentan terinfeksi kuman dan virus lainnya.
8. Salah satu yang membuat metode water birth menjadi kontroversi karena terkait dengan risiko infeksi. Pada metode water birth, bayi dilahirkan dalam bak berisi air. Bayi tidak akan tersedak karena refleks selama dalam cairan ketuban melatih bayi untuk tidak langsung bernapas saat berada dalam air. Namun air dalam bak tentu tidak sama dengan air ketuban, banyak risiko kontaminasi di dalamnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s