Profil 10 Negara Terkecil Di Dunia Versi Korando


  1. Vatikan Vatikan atau lebih lengkap disebut sebagai Kota Vatikan, dengan nama resmi Negara Kota Vatikan merupakan negara merdeka terkecil di dunia, dari segi luas wilayah dan jumlah penduduk. Vatikan merupakan sebuah enklaf yang berada di dalam wilayah kota Roma di Italia. Vatikan merupakan tempat tinggal Paus dan wilayah Takhta Suci, otoritas pusat Gereja Katolik. Kota Vatikan terletak di atas bukit Vatikan di sebelah barat laut kota Roma, beberapa ratus meter dari Sungai Tiber. Perbatasannya dengan Italia sepanjang 3,2 km yang mengikuti tembok kota yang dahulu dibangun untuk melindungi Paus dari serangan. Total wilayah adalah 0,44 km². Selain kota Vatikan, wilayah Paus juga meliputi beberapa gereja penting, kantor-kantor dan Castel Gandolfo. Paus adalah Kepala Negara sedangkan seorang gubernur mengurusi keperluan sehari-hari. Hampir semua 890 warga Vatikan tinggal di dalam tembok kota Vatikan. Mereka termasuk rohaniawan/rohaniawati dan Garda Swiss (bahasa Jerman: Schweizergarde; bahasa Inggris: Swiss Guard), sebuah unit tentara bayaran dari Swiss yang secara tradisi telah menjadi pasukan pengawal Paus dan Vatikan semenjak tahun 1506. Warga Vatikan 100% beragama Katolik. Bahasa resmi adalah bahasa Latin, tetapi bahasa Italia lebih sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Monako Monako adalah sebuah negara kota berdaulat, yang terletak di Côte d’Azur di Eropa Barat. Berbatasan dengan Perancis di tiga sisi, dan satu sisi berbatasan dengan Laut Tengah, pusatnya adalah sekitar 16 km (9.9 mi) dari Italia, dan hanya 13 km (8.1 mi) dari timur laut Nice, Perancis. Monako mempunyai luas wilayah 2.02 km2 (0.78 sq mi), dan populasi sebesar 36,371, dan membuat Monako menjadi negara kedua terkecil, dan paling padat penduduk di dunia.[9] Monako mempunyai perbatasan darat hanya 4.4 km (2.7 mi), dan garis pantai 4.1 km (2.5 mi), dan lebar yang bervariasi antara 1.7 km (1.1 mi), dan 349 meter (382 yard). Titik tertinggi dari negara ini adalah jalur sempit yang bernama Chemin des Révoires di lereng gunung Mont Agel, di distrik Les Révoires, yang tingginya 161 meter (528 feet) di bawah permukaan laut. Quartier terpadat di Monako adalah Monte Carlo, dan Ward terpadat adalah Larvotto/Bas Moulins.[8] Monaco terkenal dengan reklamasi tanahnya, yang telah meningkat ukurannya sekitar 20%. Proyek reklamasi tanah yang sekarang meliputi, memperluas distrik Fontvieille sekitar 0.08 km2 (0.031 sq mi) atau 8 ha (19.8 akre). Monako adalah sebuah kepangeranan yang diatur dalam monarki konstitusional, dengan Pangeran Albert II sebagai kepala negara.[18] Meskipun Pangeran Albert II adalah raja konstitutional, ia masih punya kekuatan politik yang sangat besar.[19] Rumah Grimaldi telah memerintah Monako, dengan interupsi singkat, sejak 1297. Bahasa resminya adalah Perancis, tetapi Monégasque, Italia, dan Inggris banyak dituturkan dan dimengerti secara luas. Kedaulatan negara secara resmi diakui dalam Perjanjian Franco-Monegasque (1861), dengan Monako menjadi anggota voting penuh PBB pada tahun 1993, setelah banyak perdebatan politik. Meskipun kemerdekaan Monaco dan kebijakan luar negeri yang terpisah, pertahanan adalah tanggung jawab Perancis. Meskipun demikian, Monako tetap mempertahakan dua unit militer, berjumlah 263 orang, Corps des Sapeurs-Pompiers, dan Compagnie des Carabiniers du Prince. Pembangunan ekonomi Monako didorong pada akhir abad ke-19 dengan kereta api menuju Perancis, dan pembukaan kasino pertama, Monte Carlo. Sejak itu, iklim yang nyaman, pemandangan yang indah, dan fasilitas perjudian telah membuat Monako terkenal di dunia sebagai wisata, dan pusat rekreasi untuk orang kaya dan terkenal. Namun, dalam beberapa tahun terakhir Monako telah menjadi pusat perbankan utama yang memegang lebih dari dana senilai €100 miliar, dan telah berhasil berupaya untuk mendiversifikasi ekonominya ke Layanan dan kecil, nilai tambah tinggi, dan industri non-polusi.
  3. Republik Nauru, Nauru atau sebelumnya dikenal dengan nama Pleasant Island, adalah negara berbentuk republik terkecil di dunia. Negara ini tidak memiliki ibukota resmi. Nauru terkenal dengan hasil produksi fosfatnya yang telah ditambang oleh gabungan perusahaan asing sejak 90 tahun terakhir. Tetangga terdekat Nauru adalah Kepulauan Banaba, Kiribati. Dengan 9.378 penduduk, Nauru adalah negara dengan penduduk paling sedikit kedua setelah Vatikan. Awalnya Nauru dihuni oleh suku Mikronesia dan Polinesia. Pada akhir abad ke-19, Nauru dianeksasi oleh Kekaisaran Jerman, dan setelah Perang Dunia I Nauru menjadi mandat Liga Bangsa-Bangsa yang dikelola oleh Australia, Selandia Baru, dan Britania Raya. Selama Perang Dunia II. Nauru dijajah oleh Jepang. Ketika perang berakhir, Nauru kembali menjadi amanat (trusteeship). Nauru mendeklarasikan kemerdekaannya pada tahun 1968. Sepanjang awal abad ke 20, Nauru menjadi “negara rente”. Nauru adalah pulau fosfat, dengan cadangan yang dekat dengan permukaan, sehingga pertambangan mudah dilangsungkan. Pulau ini adalah eksportir utama fosfat sejak 1907, saat Pacific Phosphate Company memulai pertambangan disana, hingga formasi British Phosphate Commission pada 1919, dan berlanjut hingga setelah kemerdekaan Nauru. Pertambangan memberi Nauru kontrol penuh terhadap mineral di bawah Nauru Phosphate Corporation, hingga fosfat habis pada era 1980-an. Nauru, untuk periode waktu yang singkat, menikmati pendapatan perkapita tertinggi dibandingkan dengan negara berdaulat lain di dunia pada akhir 1960-an dan awal 1970-an. Ketika fosfat mulai meninggalkan pulau ini, dan lingkungan telah rusak oleh pertambangan, perserikatan (trust) yang didirikan untuk mengelola cadangan fosfat merugi. Untuk mengumpulkan keuntungan, pemerintah mengeluarkan kebijakan tidak biasa. Pada tahun 1990-an, Nauru menjadi surga pajak dan pusat dari praktik pencucian uang. Sejak 2001 hingga 2008, Nauru mendapat bantuan dari pemerintah Australia, sementara Australia mendapat hak untuk mendirikan pusat penahanan bagi orang-orang yang mencoba untuk memasuki Australia tidak sesuai aturan di Nauru. Sejak Desember 2005 hingga September 2006, Nauru menjadi terisolasi dari dunia luar, karena Air Nauru yang sebelumnya menjadi satu-satunya maskapai penerbangan yang melayani penerbangan ke Nauru, memutuskan untuk berhenti beroperasi. Satu-satunya jalan keluar dari Nauru adalah kapal laut. Maskapai penerbangan tersebut akhirnya kembali dapat beroperasi dengan nama Our Airline dibawah bantuan dana dari Republik Tiongkok. Nauru hanya memiliki sebuah bandar udara, Bandar Udara Internasional Nauru.
  4. Tuvalu Tuvalu, dulunya dikenal sebagai Kepulauan Ellice, adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di antara Hawaii dan Australia di Samudra Pasifik. Tetangga terdekat adalah Kiribati, Nauru, Samoa dan Fiji. Tuvalu terdiri dari empat pulau karang dan lima atol benar. Populasi penduduk mencapai 10.472 membuatnya menjadi negara berdaulat ketiga terpadat di dunia, dengan Vatikan City dan memiliki penduduk lebih sedikit Nauru. Tuvalu mempunyai luas daratan hanya 26 kilometer persegi. Tuvalu adalah negara terkecil keempat di dunia, lebih besar dari Kota Vatikan denagn luas 0,44 km2 , Monako dengan luas 1,95 km2 dan Nauru dengan luas 21 km2. Tanah di Tuvalu tidak cocok untuk pertanian dan badan air yang terkurung daratan. Laguna sangat umum ditemukan di tempat ini. Titik tertinggi di antara 114 pulau yang membentuk negara ini hanya setinggi 5 m di atas permukaan laut. Negara ini memperoleh kemerdekaannya pada 01 Oktober 1978 dari Pemerintahan Britania Raya (Inggris). Bentuk Pemerintahan Negara Tuvalu adalah Monarki Kontitusional, Ibukota Negara adalah Funafuti, Lagu Kebangsaan, Tuvalu Mo Te Atua, Bahasa resmi yang dipergunakan dinegara ini adalah, Bahasa Tuvalu dan Bahasa inggris, Mata Uang yang berlaku adalah Dollar Australia (AUD) Tuvalu memiliki iklim tropis. Curah hujan sangat teratur dan pulau-pulau yang penuh air. Ada beberapa ikan dan tanaman laut yang ditemukan di lautan sekitarnya. Pohon kelapa dan pandan banyak ditemukan dalam badan air sekitarnya.
  5. Republik San Marino San Marino merupakan negara terkecil ke lima di dunia dan dikelilingi oleh Italia tepatnya di sebelah utara berbatasan dengan provinsi Rimini, daerah Emilia-Romagna dan di sebelah selatan provinsi Pesaro dan Urbino, daerah Marche. San Marino adalah negara republik konstitusional tertua di dunia, dibentuk pada 3 September 301 oleh Santo Marinus dari Rab, seorang tukang batu Kristiani yang kabur pada saat persekusi agama oleh Kaisar Romawi Diocletian. Konstitusi San Marino diberlakukan pada 1600, adalah konstitusi tertua di dunia yang masih berlaku. Negara ini berpenduduk kurang lebih 32,000 orang, termasuk 1,000 orang asing, yang sebagian besarnya adalah orang Italia. Kurang lebih 5,000 penduduknya tinggal di luar negeri, sebagian besar tinggal di Italia. Bahasa yang digunakan di negara ini adalah bahasa Italia. Menurut CIA World Factbook, rata-rata jangka hidup laki-laki mencapai 78.52 tahun sedangkan perempuan mencapai 85.72 tahun. San Marino tidak memiliki bandara sendiri, tetapi memiliki sebuah landasan helikopter yang terletak di Borgo Maggiore. Bandara yang terdekat berada di kota Rimini, Italia, yaitu bandara internasional Federico Fellini.
  6. Malta Republik Malta adalah sebuah negara kepulauan di Eropa Selatan. Malta terdiri dari lima pulau, tiga di antaranya berpenghuni, di tengah-tengah Laut Tengah. Letaknya yang strategis telah menyebabkan Malta dijajah oleh berbagai penguasa selama berabad-abad. Malta dikenal sebagai tujuan pariwisata khususnya bagi orang Eropa. Sejak 1993, Malta terbagi menjadi 68 dewan kota (local council), kebanyak dari penduduk Malta adalah Keturunan Italia dan Libya, hampir 75% dari total penduduk sedangkan Muslim sekitar 19% kebanyakan keturunan dari Libya.
  7. Liechtenstein Kepangeranan Liechtenstein atau Listenstaina beribu kota Vaduz adalah sebuah negara kepangeranan seluas kurang lebih 160 kilometer persegi yang terkurung daratan. Terletak di tepi timur Sungai Rhein di antara negara Austria dan Swiss, segala urusan luar negeri negara berbahasa Jerman ini diurus oleh Swiss. Liechtenstein terkenal pula dengan jasa perbankan  dan mengandalkan pendapatan dari sektor pariwisata, terutama penjualan prangko.
  8. Kepulauan Marshall Republik Kepulauan Marshall (nama alternatif: Marsyal) adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di Samudra Pasifik bagian barat. Dia berbatasan dengan Nauru dan Kiribati di sebelah selatan, Mikronesia di barat, dan Pulau Wake di utara. Kep. Marshall terdiri dari 29 atol dan 5 pulau terpencil. ⅔ populasinya tinggal di Atol Majuro (juga nama ibu kota) dan Ebeye. Siklon tropis kadang-kadang melanda kepulauan ini. Walaupun warga Mikronesia menghuni Kepulauan Marshall pada abad 2000 SM, pengetahuan tentang sejarah awal negara ini hanya sedikit. Penjelajah Spanyol Alonso de Salazar merupakan orang Eropa pertama yang menemukan Kep. Marshall, tetapi kepulauan ini tidak pernah dikunjungi lagi selama beberapa abad hingga kapten Inggris John Marshall mengunjuginya pada 1788; kepulauan ini dinamakan menurut namanya. Sebuah perusahaan dagang Jerman mendirikan cabang di Kep. Marshall pada 1885 yang menjadi bagian dari protektorat Jerman Nugini beberapa tahun kemudian. Jepang menguasai kepulauan ini pada Perang Dunia I berdasarkan mandat Liga Bangsa-Bangsa. Pada 1944 saat Perang Dunia II, Amerika Serikat menyerbu kepulauan ini dan memasukkannya ke dalam Wilayah Perwalian Kepulauan Pasifik (Trust Territory of the Pacific Islands). Setelah perang berakhir, AS mulai melaksanakan beberapa uji coba nuklir di Kep. Marshall yang berlanjut hingga 1960-an. Akibatnya, banyak penduduk Marshall yang terkena efek tingkat radiasi tinggi sehingga klaim kompensasi masih berlangsung hingga kini. Pada 1979, Republik Kep. Marshall didirikan dan sebuah perjanjian Compact of Free Association dengan AS ditandatangani, yang mulai berlaku pada 1986.
  9. Maladewa Republik Maladewa adalah sebuah negara kepulauan yang terdiri dari kumpulan atol (suatu pulau koral yang mengelilingi sebuah laguna) di Samudra Hindia. Maladewa terletak di sebelah selatan-barat daya India, sekitar 700 km sebelah barat daya Sri Lanka. Negara ini memiliki 26 atol yang terbagi menjadi 20 atol administratif dan 1 kota. Negara ini merupakan negara dengan populasi dan luas wilayah terkecil di kawasan Asia. Tinggi rata-rata permukaan tanah di Maladewa adalah 1.5 meter di atas permukaan laut, hal ini menjadikannya negara dengan permukaan terendah di seluruh dunia. Puncak tertinggi Maladewa hanya 2.3 meter di atas permukaan laut sehingga negara ini juga dikenal sebagai negara yang memiliki puncak tertinggi paling rendah di dunia. Keadaan ekonomi Maladewa bergantung pada dua sektor utama, yaitu pariwisata dan perikanan. Negara ini sangat dikenal memiliki banyak pantai yang indah dan pemandangan bawah laut yang menarik ± 700.000 turis setiap tahunnya. Penangkapan dan pengolahan ikan menjadikan Maladewa salah satu ekportir ikan ke beberapa negara Asia dan Eropa. Sejak tahun 1887 hingga kemerdekaan Maladewa pada 26 Juli 1965, negara ini menjadi bagian dari perwalian Inggris. Sejak tahun 1153 hingga 1968, negara ini berbentuk kesultanan Islam yang independen. Setelah memperoleh kemerdekaan dari Inggris, bentuk pemerintahan kesultanan hanya bertahan selama tiga tahun dan kemudian dihapuskan serta diganti menjadi republik.Beberapa bencana alam besar pernah melanda kepulauan ini, di antaranya adalah gelombang tinggi yang membanjiri beberapa pulau pada April 1987. Pada Desember 2004, tsunami Samudera Hindia menggenangi sejumlah pulau dan mengkontaminasi sumber air, merusak rumah, tanah, dan persediaan air tanah.
  10. Saint Kitts dan Nevis Federasi Saint Kitts dan Nevis adalah sebuah negara federasi dua pulau yang terletak di Kepulauan Leeward, Karibia. Negara ini merupakan negara yang terkecil di Amerika, dalam luasnya dan jumlah penduduknya. Ibu kota dan kursi pemerintahan federal bertempat di Pulau Saint Kitts. Pulau Nevis yang lebih kecil wilayahnya berjarak sekitar 3 km sebelah tenggara Saint Kitts. Saint Kitts dan Nevis merupakan pulau-pulau pertama di Karibia yang disinggahi orang Eropa. Saint Kitts dahulu adalah rumah bagi perkampungan Inggris dan Perancis pertama di Karibia.

www.korananakindonesia.com

https://mediaanakindonesia.files.wordpress.com/2010/12/img00055-20101205-1659.jpg?w=291&h=218Supported by : KORANDO – Koran Anak Indonesia. Yudhasmara Foundation. “Pupuk Minat baca Anak sejak Dini. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA” Editor in Chief: Audi Yudhasmara. Co-editor: Sandiaz Yudhasmara. Foundation Director : Dr Widodo judarwanto pediatrician. Publisher : Narulita dewi. Editor: Nanda Prawira. Marketing : Elvareta Alphanandia Andelin. Design-Multi media : Santana Arif. Data-Dokumentasi : Ariani Santika. Finance : Julia Firdausi. General support : Prabuningrat, Sis Wahyudi, Vavan Prayudha, Editor in Chief : Audi Yudhasmara. Reporter : Audi Yudhasmara. Sandiaz Yudhasmara, Nanda Prawira. Marketing : Elvareta Alphanandia Andelin. Design-Multi media : Santana Arif. Data-Dokumentasi : Ariani Santika. Finance : Julia Firdausi. General Support : Prabuningrat, Sis Wahyudi.. Address: Menteng Square AR 20 Jln Matraman 30 Jakarta Pusat. Phone: 021-29614252 – 08131592-2012 – 08131592-2013 Mobil Phone: 089690509906 email : judarwanto@gmail.com http://korananakindonesia.com/ Komunikasi facebook: Koran Anak Indonesia

Copyright 2014. Koran Anak Indonesia Network Information Education Network. All rights reserved

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s