Polisi Selalu Mengingkari, Yang Dibidik BW Bukan KPK


Polisi Selalu Mengingkari, Tidak Ada masalah KPK vs Polisi

Saat KPK membongkar kasus korupsi di tubuh polisi maka seketika itu juga gempuran dan tekanan terhadap KPK sangat kuat dan deras. Tidak bisa dipungkiri tangan-tangan besi Poilisi dan segala kewenangannya segera berusaha mencari kelemahan KPK untuk membalas dan menekan lembaga super body tersebut. Demikian juga saat Bambang Widjoyanto Ketua KPK ditangkap sontak saja rasio sehat masyarakat pasti tergiring bahwa hal ini adalah bentuk kriminalisasi terhadap KPK. Semakin Polisi mengalihkan masalah dengan mengatakan hal ini bukan masalah menekan KPK tetapi semakin rakyat tidak percaya akan hal itu.

Semakin Polisi mengatakan bahwa kasus itu adalah masalah individu BW tetapi semakin masyarakat merasa bahwa KPK mendapatkan balas dendam dan menghentikan laju KPK untuk menegakkan hukum dalam penghancuran korupsi.

Fakta Bahwa KPK sedang Diserang Polisi

  • Penangkapan Tidak beretika ? Penangkapan BW yang sebenarnya untuk diperiksa sebagai tersangka dan diborgol tangannya secara dramatis. Padahal lazimnya pemanggilan tersangka biasanya hanya dengan pemanggilan kecuali dalam beberapa kali pemanggilan tidak datang mungkin akan diikui penagkapan atau pemanggilan paksa. Penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto alias BW oleh pihak Bareskrim Polri dianggap menyalahi aturan. Mantan wakil kepala Polri Komjen (Purn) Oegroseno menilai, tata cara penangkapan pejabat negara dengan model seperti itu sangat tidak patut. “Masa tidak ada cara-cara penangkapan yang beretika? Cara penangkapan sudah tidak sah, apalagi ada anak kecil. Anak kecil lihat bapaknya diperlakukan seperti itu. Ini pelanggaran berat. Anak kecil melihat bapaknya seperti itu, bisa benci ke polisi,” kata Oegroseno dalam sebuah wawancara di stasiun televisi swasta, Jumat (23/1). Oegroseno pun memperingatkan Kabareskrim Polri Irjen Budi Waseso untuk tidak semena-mena dalam menjalankan wewenangnya. Kalau memang BW harus diperiksa, kata dia, penyidik bisa mengirim surat ke rumah untuk melakukan pemeriksaan. Kalau aparat langsung menangkap BW yang berstatus tersangka di depan anaknya maka hal itu bisa menimbulkan preseden buruk. Citra polisi yang sudah dibangun mantan kepala Polri, seperti Hoegeng dan Sutanto bisa hancur seketika. Anak kecil bukan semakin cinta ke polisi, melainkan bisa benci.
  • Penangkapan Bak pelaku teroris Polisi menangkap KPK dengan 30 anggota polisi bagai seorang penjahat besar yang berbahaya seperti teroris. Penangkapan tersebut juga menunjukkan persepsi masyarakat bahwa BW meski sebagai pejabat publik yang sangat terpandang dianggap sebagai penjahat yang berbahaya
  • Sembarangan Cari pasal ? Mantan wakil kepala Polri Komjen (Purn) Oegroseno pun juga mempertanyakan, pasal yang disangkakan ke BW terkait kasus Pilkada Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2010. “Jangan sembarangan dicari-cari. Pasal-pasal jangan yang dikarang penyidik,”
  • Pemberhentian Kapolri dan penangkapan PLT menurut Jenderal Oegroseno cacat sebagai administrasi negara.  Kabareskim juga dianggkat bukan dari Kapolda dari tipe A dan tipe B. Dia pun mempertanyakan kinerja Kabareskrim Irjen Budi Waseso. “Harusnya kabareskrim itu pernah dijabat oleh kapolda tipe a, tipe b. Ini Pak Suhardi Alius harus kembali jadi kabareskrim. Kabareskrim dicopot dengan cara seperti itu, saya tidak terima. Saya juga pernah berbeda pendapat dengan Pak Suhardi, tapi pencopotan Pak Suhardi bisa digugat ke PTUN.”
  • Pelaporan dan penagkapan hanya seminggu. Kejanggalan lainnya adalah waktu yang sangat cepat dan tidak bisa dalam menangani sebuah kasus. Dalam kasus penanganan BW ini hanya membutuhkan waktu sekitar seminggu mulai dari awal pelaporan hingga penangkapan.

ARTIKEL TERKAIT:

www.korananakindonesia.com

  • https://mediaanakindonesia.files.wordpress.com/2010/12/img00055-20101205-1659.jpg?w=291&h=218Supported by : KORANDO – Koran Anak Indonesia. Yudhasmara Foundation. “Pupuk Minat baca Anak sejak Dini. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA” Editor in Chief: Audi Yudhasmara. Co-editor: Sandiaz Yudhasmara. Foundation Director : Dr Widodo judarwanto pediatrician. Publisher : Narulita dewi. Editor: Nanda Prawira. Marketing : Elvareta Alphanandia Andelin. Design-Multi media : Santana Arif. Data-Dokumentasi : Ariani Santika. Finance : Julia Firdausi. General support : Prabuningrat, Sis Wahyudi, Vavan Prayudha, Editor in Chief : Audi Yudhasmara. Reporter : Audi Yudhasmara. Sandiaz Yudhasmara, Nanda Prawira. Marketing : Elvareta Alphanandia Andelin. Design-Multi media : Santana Arif. Data-Dokumentasi : Ariani Santika. Finance : Julia Firdausi. General Support : Prabuningrat, Sis Wahyudi.. Address: Menteng Square AR 20 Jln Matraman 30 Jakarta Pusat. Phone: 021-29614252 – 08131592-2012 – 08131592-2013 Mobil Phone: 089690509906 email : judarwanto@gmail.com http://korananakindonesia.com/ Komunikasi facebook: Koran Anak Indonesia
  • Copyright 2014. Koran Anak Indonesia Network Information Education Network. All rights reserved
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s