Respon Pemimpin dan Masyarakat Dunia Terhadap Serangan Charlie Hebdo


Respon Pemimpin dan Masyarakat Dunia Terhadap Serangan Charlie Hebdo

Beberapa orang yang memakai penutup muka dengan menenteng senapan otomatis menyerbu kantor mingguan satir Charlie Hebdo di Paris. Serangan yang mengebohkan itu mengakibatkan 12 orang tewas akibat serangan teror itu. Selain aksi penembakan yang merenggut nyawa para jurnalis dan polisi, serangan bom juga pernah terjadi di kantor Majalah Charlie Hebdo pada November 2011, setelah redaksi memuat gambar Nabi Muhammad dalam cover terbitannya.

Pemerintah Prancis sendiri sejak tahun lalu telah menerapkan UU antiteroris dan dalam kondisi siaga menyusul ancaman serangan dari para militan terhadap para warganya. Ancaman ini muncul setelah militer Prancis cukup agresif terlibat dalam upaya memberangus kaum fundamentalis di Timur Tengah dan Afrika.

Serangan mematikan di Paris pernah terjadi pada pertengahan 1990 oleh Algerian Armed Islamic Group (GIA), termasuk aksi pemboman di kereta api pada 1995 yang mengakibatkan delapan orang tewas dan melukai 150 orang lainnya.

  • Presiden Perancis, Francois Hollande Hollande mengutuk serangan teror tersebut. “Kami akan terus mengejar dan menyeret pelakunya ke pengadilan,” ujar Hollande.
  • Ketua Uni Eropa, Jean-Claude Juncker Juncker mengutuk serangan itu sebagai aksi barbar. “Ini aksi yang tidak bisa ditolerir,” ujar Juncker.
  • Presiden Amerika Serikat Barack Obama Obama mengutuk aksi penembakan yang merenggut 12 nyawa di kantor Majalah Charlie Hebdo, Paris, Prancis. Dia bahkan menggambarkan serangan ini sebagai aksi pengecut. “Faktanya ini adalah serangan terhadap jurnalis, serangan terhadap kebebasan pers, yang berarti teroris takut dengan kebebasan menyampaikan pendapat dan tidak sepakat dengan kemerdekaan pers,” ujar Obama di Gedung Putih seperti dikutip Reuters, Kamis (8/1/2015).
  • Kanselir Jerman Angela Merkel. Dia menyebut serangan ini tidak hanya mengancam jiwa warga Prancis. “Tapi juga serangan terhadap kebebasan mengemukakan pendapat dan kemerdekaan pers, yang menjadi salah satu pilar demokrasi,” tegasnya.
  • PEMERINTAH Suriah mengatakan serangan teror baru-baru ini di Paris dilakukan oleh kelompok yang sebelumnya menikmati dukungan dari pejabat Barat dan Prancis. Berbicara kepada Press TV, Duta Besar Suriah untuk PBB, Bashar al-Ja’afari mengatakan dukungan Barat untuk kelompok bersenjata di Suriah telah menjadi bumerang di Prancis. “Prancis, hari ini, membayar harga politik tidak profesional layaknya krisis Suriah,” kata utusan itu. Pada hari Rabu (7/1/2015), orang-orang bertopeng menyerbu ke markas majalah satir Charlie Hebdo di Paris. Mereka menembak mati 12 karyawan beserta pimpinan redaksi Charlie Hebdo. Beberapa pendeta Prancis terkemuka dan Vatikan bersama-sama mengeluarkan deklarasi, mengutuk serangan ini. “Kami telah berulang kali mengatakan dan memperingatkan pemerintah Prancis tentang pembiaran terhadap kelompok bersenjata. Kami mengatakan kepada mereka suatu hari akan kembali kepada Anda,” ujar Ja’afari.
  • Presiden Rusia Vladimir Putin mengirim belasungkawa kepada korban serangan mematikan Rabu di kantor mingguan satir Prancis dan mengutuk “terorisme”, kata juru bicaranya Rabu. “Moskow tegas mengutuk terorisme dalam segala bentuknya,” kata juru bicara Putin, Dmitry Peskov, kepada kantor berita Tass, dan menambahkan: “Tidak ada yang bisa membenarkan serangan teroris,” lapor AFP. Satu pernyataan Kremlin mengatakan presiden “mengutuk keras kejahatan keji ini dan menegaskan kesiapannya untuk melanjutkan kerja sama aktif dalam pertempuran terhadap ancaman terorisme.” Putin “menyatakan belasungkawa yang mendalam kepada Presiden Prancis Francois Hollande,” kata Kremlin. “Dia menyampaikan kata-kata simpati dan dukungan kepada kerabat dan orang-orang terkasih dari mereka yang meninggal serta cepat sembuh bagi semua orang yang menderita akibat tangan ekstremis itu.”
  • Perdana Menteri Australia, Tony Abbott angkat bicara. Abbott menyebut serangan terhadap majalah satire Prancis sebagai serangan atas kebebasan berpendapat. Serangan yang menewaskan 12 orang termasuk dua polisi Prancis itu serupa dengan serangan di sebuah kafe di Sydney beberapa pekan lalu. Abbot mengatakan kelompok yang menamakan diri Negara Islam telah menyatakan perang dengan dunia.“Orang-orang ini membenci kita bukan karena tindakan yang telah kita lakukan, tetapi karena siapa kita dan bagaimana kita hidup,” kata Abbot seperti dikutip kantor berita AP, Kamis (08/01).
  • Masyarakat Umum Masyarakat umum Muslim dan non-Muslim berusaha untuk melawan intoleransi secara bersama-sama dan menyatakan dukungan mereka kepada komunitas Muslim, dengan hashtag #Voyageavecmoi, yang berarti “perjalanan dengan saya”, telah diretweet setidaknya 2.000 kali pada hari Kamis kemarin (8/1/2015), sehari setelah serangan terjadi. Tweet termasuk: “Katakan kepada Muslim bahwa mereka tidak sendirian” dan “Prancis, berdiri bersama-sama dan tidak akan membiarkan Anda jatuh ke bawah.” “Apakah Islam harus disalahkan untuk penembakan di Charlie Habdo?”, kicau pengguna Twitter yang lain. Banyak pengguna Twitter memposting foto diri sedang memegang spanduk bertuliskan: #voyageavecmoi dan lainnya memuji inisiatif ini dengan mengatakan langkah itu akan mengembalikan sedikit keyakinan dalam kemanusiaan. Hashtag telah menyebar di Prancis serta ke negara-negara di seluruh dunia pada Kamis malam, dengan akun Twitter yang diposting menunjukkan pesan dukungan bagi umat Islam dan gambar yang menampilkan slogan #voyageavecmoi. Salah satu postingan pengguna Twitter menyatakan: “Saya menemukan sebuah Oase Cinta dan kemanusiaan dalam jiwa Muslim yang indah.” Hashtag #voyageavecmoi secara luas dilihat sebagai upaya untuk menyampaikan pesan bahwa masyarakat tidak perlu takut kepada umat Islam, tetapi mereka harus takut untuk menjadi fanatik.
  • Presiden Liga Katolik Amerika Bill Donahue Bill Donahue menyatakan jika ada yang harus disalahkan atas pembunuhan bergaya eksekusi atas selusin orang di majalah satir asal Prancis Charlie Hebdo,  maka itu adalah penerbit majalah yang bersangkutan. Dalam sebuah artikel yang berjudul “Muslim Berhak untuk Marah,” Donohue mengecam “intoleransi” yang diusung oleh Charlie Hebdo, apalagi setelah berulang kali menggambarkan tokoh agama. Menurutnya, hal itu jelas memprovokasi penembakan massal hari Rabu (7/1/2014) kemarin di kantor mereka. Donahue menyatakan bahwa editor Charlie Hebdo, Stephane Charbonnier sangat buruk. “Ia tidak memahami peran yang dimainkannya hingga berimbas pada kematiannya yang tragis,” ujar Donahue seperti dilansir New York Daily News. Charbonnier ditembak mati bersama dengan sembilan rekan kerjanya. Dua petugas polisi juga terbunuh di luar kantor redaksi Charlie Hebdo. “Apa yang terjadi di Paris tidak bisa ditoleransi,” kata Donohue. “Tapi kita juga tidak bisa mentoleransi jenis provokasi sebagai reaksi kekerasan ini.” Donohue secara khusus menyalahkan editor majalah Charlie Hebdo yang berulang kali memvisualkan Nabi Muhammad, dan itu menentang hukum Islam. “Mereka yang bekerja di surat kabar ini memiliki catatan yang panjang dan menjijikkan akan tokoh masyarakat,” katanya. “Kalau dia tidak begitu narsis, ia mungkin masih hidup,” tulis Donahue soal Charbonnier sambil mengutip wawancara Charbonier dengan  Associated Press. Ketika itu Charbonier, sang pemimpin redaksi Charlie Hebdo, berkata “Muhammad tidak sakral bagi saya.” “Saya tidak menyalahkan umat Islam untuk tidak merasa lucu akan kartun kami. Saya hidup di bawah hukum Prancis. Saya tidak hidup di bawah hukum Al-Quran,” dalih Charbonnier dengan berani ketika ia berusaha membela haknya akan kebebasan berbicara. “Muhammad juga tidak sakral bagi saya, tapi saya juga tidak akan pernah sengaja menghina umat Islam dengan mencemari dia,” tandas Donohue.

Surat Kabar Charlie Hebdo

Charlie Hebdo merupakan sebuah surat kabar yang telah muncul di tengah masyarakat Eropa terutama Prancis. Surat kabar satir ini tetap hadir meski cercaan terus disorotkan kepada mereka. Surat kabar Charlie Hebdo selalu berisi penghinaan. Aspek yang biasa mereka hina seperti dunia perpolitikan, budaya, dan agama. Charlie Hebdo didirikan sekitar 1970. Surat kabar ini telah diberikan tempat yang permanen. Bulan lalu, koran Charlie ini telah menerbitkan gambar Perawan Maria. Gambar itu menunjukkan kelahiran Yesus dari rahim Bunda Maria. Kemudian, Charlie Hebdo juga pernah menyerang penyanyi dunia, Michael Jackson pada 2009.

Setelah kematian MJ, surat kabar menampilkan kerangkan kartun Jackson yang berwarna putih. Judul pada gambar tersebut, yakni ‘Michael Jackson Akhirnya Putih juga’. Charlie Hebdo juga menyerang umat Islam pada September 2012. Mereka membuat kartun Nabi Muhammad SAW yang sedang telanjang. Oktober lalu, Charlie Hebdo kembali beraksi menyerang Islam. Kali ini yang mereka gambarkan, yakni ISIS. Di gambar itu terlihat ISIS sedang memanggal kepala Nabi Muhammad SAW. Seperti yang diketahui laman ‘Time’, pemerintah setempat sebenarnya sudah melakukan protes. Namun, protes ini diabaikan Charlie Hebdo.

Charlie Hebdo sesungguhnya sudah pernah menjadi sorotan dunia. Bahkan, sebelum penyerangan pada Rabu lalu. Pada 2006, surat kabar ini pernah menerbitkan kartun Nabi Muhammad SAW. Sebelumnya gambar ini pernah diterbitkan di Denmark dan memicu protes dari umat Islam seluruh dunia. Dua kelompok Islam telah menggugat halaman yang disajikan surat kabar itu. Namun, gugatan ini dibiarkan begitu saja. Pada 2011, sehari setelah mengumumkan akan ada edisi khusus Nabi Muhammad SAW, kantor mereka pun dibom. Tidak ada yang terluka dalam serangan itu. Namun, koran itu terpaksa meningkatkan keamanan dengan dilengkapi pengawal

Charlie Hebdo diluncurkan oleh sekelompok “non-kompromis” Prancis. Charlie Hebdo awalnya menampilkan kartun, laporan, polemik dan lelucon. Jauh sebelum munculnya kebenaran politik, Hebdo juga memiliki kecenderungan mesum: majalah ini sangat suka menampilkan wanita telanjang dan lelucon seksis. Charlie Hebdo tidak asing dengan kontroversi atas penanganan isu-isu yang berkaitan dengan Islam. Berikut isyu sensitif yang diusung oleh Charlie Hebdo terkait umat Islam.

Charlie Hebdo pernah menerbitkan sebuah edisi “Guest Edit” oleh Nabi Muhammad yang disebut Syariah Hebdo. Kantor majalah yang berlokasi di Paris ini kemudian dibom sebagai reaksi dari ulah tersebut. Perdana Menteri Prancis, Jean-Marc Ayrault langsung mengeluarkan pernyataan yang mengungkapkan “ketidaksetujuannya terhadap semua ekses itu.” Majalah ini membantah disebut melakukan provokasi. Mereka mengaku hanya melakukan tugas jurnalistik untuk mengomentari soal politik dan cara dipilih melalui media kartun dan gambar. Charlie Hebdo juga kaget saat dituding melecehkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Mereka bahkan tidak mengerti jika dua tokoh dalam sampul majalahnya diyakini Rasulullah. Mereka berkeyakinan, itu cara gambar a la satir. “Jika kami dituduh menggambar Nabi umat Islam, itu manipulasi pikiran kalian,” kata Biard.

www.korananakindonesia.com

https://mediaanakindonesia.files.wordpress.com/2010/12/img00055-20101205-1659.jpg?w=291&h=218Supported by : KORANDO – Koran Anak Indonesia. Yudhasmara Foundation. “Pupuk Minat baca Anak sejak Dini. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA” Editor in Chief: Audi Yudhasmara. Co-editor: Sandiaz Yudhasmara. Foundation Director : Dr Widodo judarwanto pediatrician. Publisher : Narulita dewi. Editor: Nanda Prawira. Marketing : Elvareta Alphanandia Andelin. Design-Multi media : Santana Arif. Data-Dokumentasi : Ariani Santika. Finance : Julia Firdausi. General support : Prabuningrat, Sis Wahyudi, Vavan Prayudha, Editor in Chief : Audi Yudhasmara. Reporter : Audi Yudhasmara. Sandiaz Yudhasmara, Nanda Prawira. Marketing : Elvareta Alphanandia Andelin. Design-Multi media : Santana Arif. Data-Dokumentasi : Ariani Santika. Finance : Julia Firdausi. General Support : Prabuningrat, Sis Wahyudi.. Address: Menteng Square AR 20 Jln Matraman 30 Jakarta Pusat. Phone: 021-29614252 – 08131592-2012 – 08131592-2013 Mobil Phone: 089690509906 email : judarwanto@gmail.com http://korananakindonesia.com/ Komunikasi facebook: Koran Anak Indonesia

Copyright 2014. Koran Anak Indonesia Network Information Education Network. All rights reserved
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s