Pengumuman Hasil Ujian Nasional SMA di Indonesia


Hasil Ujian Nasional tingkat SMA sederajat akan diumumkan hari ini, Senin, 16 Mei 2011. Hasil kelulusan tertinggi berhasil dilakukan oleh siswa-siswa di propinsi Bali sedangkan kelulusan terendah di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Dari hasil pelaksanaan ujian nasional terdapat lima SMA/MA yang siswanya tidak lulus seluruhnya. Pengumuman kelulusan siswa akan dilakukan melalui beberapa metode seperti website sekolah, telepon, pesan singkat (SMS), surat tertulis dan surat elektronik (e-mail). Sama seperti tahun sebelumnya metode pengumuman ujian diserahkan masing-masing sekolah. Dengan metode pengumuman seperti ini,  akan lebih bernuansa edukatif dan yang terpenting menghindarkan aksi anarkis dan rasa senang berlebihan bagi siswa. Juga untuk menghindarkan adanya aksi corat-coret baju, rambut atau badan, konvoi, tawuran atau kegiatan destruktif lain.

Nusa Tenggara Timur menjadi propinsi dengan nilai presentase ketidaklulusan siswa paling tinggi, yaitu sebesar 5,57 persen. Sementara itu, persentase ketidaklulusan siswa di Bali paling rendah, hanya 0,04 persen.  Sedangkan, di tingkat SMK, persentase ketidaklulusan tertinggi berasal dari propinsi Sulawesi Tenggara dan yang terendah dari Sumatera Selatan.  Angka kelulusan siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), Madrasah Aliyah (MA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) tahun ini dinilai  meningkat. Sebanyak 99,22 persen siswa SMA dan MA, lulus ujian akhir, jumlah ini naik 0,18 persen dari tahun sebelumnya. Sementara itu, angka kelulusan siswa SMK naik 0,31 persen menjadi 99,51 persen tahun ini.

Menurut data yang dilansir Kementerian Pendidikan Nasional, di tingkat SMA dan MA persentase ketidaklulusan tertinggi diperoleh siswa jurusan bahasa yaitu sebesar 1,96 persen diikuti oleh siswa jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial sebesar 1,45 persen, jurusan agama 1,12 persen dan Ilmu Pengetahuan Alam 0,31 persen.

Untuk tahun 2011 angka kelulusan tidak semata hari diperoleh dari nilai UN, melainkan kolaborasi 60 persen nilai UN dan 40 persen nilai ujian sekolah dan nilai raport siswa. Untuk bisa lulus, setiap siswa tetap harus mendapat nilai minimal 5,5 dari tiap mata pelajaran yang diujikan. Sebanyak 122.139 siswa SMA sederajat telah mengikuti UN yang digelar mulai  18-21 April lalu. Jumlah tersebut terdiri dari 53.937 siswa SMA, 63.382 siswa SMK, 4.679 siswa Madrasah Aliyah, serta 141 siswa SMA Luar Biasa.

Siswa yang tidak lulus UN itu secara otomatis tak bisa menamatkan jenjang pendidikan formalnya pada tahun ini. Tak ada UN ulang seperti tahun 2009/2010 untuk mereka. Namun, masih ada kesempatan bagi siswa itu untuk lulus. Mereka bisa mengulang pelajaran selama setahun penuh sebelum mengikuti UN lagi tahun depan.  Bila tak mau mengulang, mereka bisa mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) Paket C yang ijazahnya diakui setara dengan ijazah SMA/SMK.

Angka Kelulusan

Tingkat kelulusan siswa SMA dalam Ujian Nasional sebesar 99,2 persen atau meningkat tipis dibanding tahun lalu 99,04 persen. Sedangkan jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 11.443 siswa atau 0,78 persen, sedangkan siswa SMA yang lulus tahun ini sebanyak 1.450.498 siswa, dari total 1.476.575 siswa yang mendaftar Ujian Nasional.

Daerah dengan jumlah terbanyak siswa yang tidak lulus adalah Sulawesi Tengah, dengan persentase 4,3 persen, atau 369 siswa, dari 7.634 yang ikut Ujian Nasional. Sedangkan daerah yang tingkat kelulusannya paling tinggi adalah Bali di mana hanya 10 siswa yang tidak lulus, atau 0,04 persen saja.

Ujian Nasional

Ujian Nasional biasa disingkat UN atau UNAS adalah sistem evaluasi standar pendidikan dasar dan menengah secara nasional dan persamaan mutu tingkat pendidikan antar daerah yang dilakukan oleh Pusat Penilaian Pendidikan, Depdiknas di Indonesia berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2003 menyatakan bahwa dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara nasional dilakukan evaluasi sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Lebih lanjut dinyatakan bahwa evaluasi dilakukan oleh lembaga yang mandiri secara berkala, menyeluruh, transparan, dan sistematik untuk menilai pencapaian standar nasional pendidikan dan proses pemantauan evaluasi tersebut harus dilakukan secara berkesinambungan.

Proses pemantauan evaluasi tersebut dilakukan secara terus menerus dan berkesinambungan pada akhirnya akan dapat membenahi mutu pendidikan. Pembenahan mutu pendidikan dimulai dengan penentuan standar.
Penentuan standar yang terus meningkat diharapkan akan mendorong peningkatan mutu pendidikan, yang dimaksud dengan penentuan standar pendidikan adalah penentuan nilai batas (cut off score). Seseorang dikatakan sudah lulus/kompeten bila telah melewati nilai batas tersebut berupa nilai batas antara peserta didik yang sudah menguasai kompetensi tertentu dengan peserta didik yang belum menguasai kompetensi tertentu. Bila itu terjadi pada ujian nasional atau sekolah maka nilai batas berfungsi untuk memisahkan antara peserta didik yang lulus dan tidak lulus disebut batas kelulusan, kegiatan penentuan batas kelulusan disebut standard setting.

Inilah Hasil Ujian Nasional SMA di Indonesia

Jakarta

Tahun 2011 angka kelulusan siswa SMA di ibukota mencapai 99,52 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding nilai rata-rata kelulusan nasional yang sebesar 99,22 persen. Untuk Jakarta siswa tidak lulus 118 orang atau 0,19 persen dari 63.057 siswa yang mengikuti Ujian Nasional.  Angka kelulusan siswa SMK yakni 99,813 persen. Dengan rincian dari jumlah peserta ujian sebanyak 63.057 siswa yang lulus adalah sebanyak 62.939 siswa. Tahun ini angka kelulusan SMK lebih tinggi dibanding SMA.

Yogjakarta  

Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dinyatakan tidak lulus Ujian Nasional tahun 2011 mencapai 0,79 persen  atau 198 pelajar sekolah menengah atas dan sederajat, sehingga yang lulus mencapai 99,2 persen atau 41.700 pelajar. Tingkat kelulusan Ujian Nasional tahun 2011 ini meningkat dari tahun 2010 yang lalu dengan tingkat ketidaklulusan siswa mencapai 5 persen. Sedangkan untuk tahun ini hanya 0,79 persen saja. Dilihat dari program studi SMA dan SMK, siswa yang tidak lulus terbanyak dari jurusan IPS yang mencapai 114 siswa, jurusan IPA sebanyak 31 siswa, Agama 3 orang dan tingkat SMK tidak lulus 50 orang. Sedangkan di jurusan bahasa, semua siswa dinyatakan lulus. Dari jumlah sekolah penyelenggara UN tidak ditemukan sekolah yang tidak lulus 100 persen. Angka ketidaklulusan tertinggi hanya 33,3 persen di sebuah Madrasah Aliyah dengan jumlah peserta ujian 6 orang dan 2 orang tidak lulus.

Berdasarkan kabupaten dan kota di DIY, tingkat ketidaklulusan tertinggi SMA/ MAN dipegang oleh kota Yogyakarta dengan jumlah siswa
tidak lulus 50 orang (0,82 persen) dari total 6.077 peserta. Diikuti Sleman 48 siswa (1,09 persen) dari total 4.398 peserta, Kulon Progo 21 siswa (1,26 persen) dari 1.668 siswa dan Gunungkidul 14 siswa (0,62 persen) dari 2.257 peserta. Kabupaten Bantul meraih peringkat paling baik tingkat ketidaklulusan siswa yaitu dengan jumlah peserta 4.443 dan yang dinyatakan tidak lulus hanya 15 orang atau 0,34 persen saja. Ujian Nasional (UN) tahun ini merupakan prestasi yang membanggakan bagi DIY. Selain memiliki angka kelulusan yang cukup tinggi, DIY juga menjadi propinsi penyelenggara UN dengan tingkat kejujuran tertinggi.

Sumatra Utara

Persentase kelulusan Ujian Nasional siswa SMA dan MA di Sumatera Utara tahun ajaran 2010/2011 ini mencapai 99,79 persen, jumlah tersebut melampau persentase kelulusan secara nasional 99,23 persen.

Tahun ajaran 2010/2011 ini, ujian nasional tingkat SMA dan MA di Sumut di ikuti sebanyak 116.918 peserta dari 33 kabupaten/kota di daerah itu. Dari jumlah itu, siswa yang lulus sebanyak 116.676 persen atau mencapai 99,79 persen, sedangkan yang tidak lulus sebanyak 242 orang atau 0,21 persen Tingkat kelulusan tersebut melampaui persentase tingkat kelulusan secara nasional yakni 99,23 persen dari 1.463.135 peserta. Peserta yang tidak lulus secara nasional sebanyak 11.337 peserta atau 0,77 persen.

Sementara jika dilihat dari per program studi, tingkat kelulusan di Sumut juga diatas rata-rata nasional. Misalnya untuk Program Bahasa, tingkat kelulusan mencapai 100 persen dari 116 peserta, sementara untuk tingkat kelulusan secara nasional mencapai 89,62 persen dari 34.392 peserta. Untuk program IPA, dari 62.331 peserta UN tingkat SMA/MA di Sumut, yang lulus sebanyak 62.257 orang atau 99,88 persen. Sementara untuk tingkat nasional tingkat kelulusan mencapai 99,70 persen dari 628.495 peserta. Pada program IPS, tingkat kelulusan di Sumut mencapai 99,69 persen dari 54.309 peserta, sementara secara nasional tingkat kelulusan mencapai 98,89 persen dari 791.466 peserta. Untuk program keagamaan dari 162 peserta semuanya dinyatakan lulus atau 100 persen, sementara secara nasional tingkat kelulusan 98,04 persen dari 8.782 peserta.

Tingginya persentase tingkat kelulusan siswa di Sumut juga terjadi pada siswa SMK yakni mencapai 99,57 persen dari 67.202 peserta atau yang tidak lulus 224 siswa (0,33 persen). Sementara secara nasional untuk tingkat SMK, kelulusan sebesar 99,51 persen dari 942.698 peserta atau yang tidak lulus 4.655 (0,49 persen).

Bali

Propinsi Bali didapatkan 20 siswa yang dinyatakan tidak lulus UN, terdiri dari sepuluh siswa SMU dan sisanya berasal dari SMK. Persentase kelulusan peserta UN SMA/MA dan SMK di Bali tahun ini menurun jika dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2010, peserta UN tingkat SMU tercatat 42.572 peserta dengan 20 siswa tak lulus. Berarti siswa yang tidak lulus sekitar 0,04 persen. Sedangkan, tahun 2010tercatat diikuti oleh 40.980 dengan 6 siswa tidak lulus. Tingkat ketidaklulusan tahun lalu berarti hanya 0,01 persen. Meningkatnya persentase siswa yang tidak lulus ini murni karena tidak diberlakukannya lagi UN ulangan bagi peserta UN yang tidak lulus UN utama.

Sedangkan, jika dilihat dari distribusi kelulusan per kabupaten/kota, tercatat enam kabupaten yakni Kabupaten Gianyar, Bangli, Klungkung, Karangasem, Jembrana dan Badung sukses mencatat persentase kelulusan siswa 100 persen. Sedangkan Kota Denpasar gagal meluluskan satu siswa, Buleleng dua siswa, dan Tabanan tidak meluluskan tujuh siswa

Makasar

Angka kelulusan di makasar tahun 2011, dari 18.756 peserta UN, hanya 130 orang yang dinyatakan tidak lulus. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, kelulusan tahun ini cukup memuaskan.  Pada 2010, persentase ketidaklulusan peserta ujian mencapai 9,02 persen, yakni jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 724 siswa dari total peserta UN yang mencapai 8.020 siswa.  Pencapaian tahun ini sebanyak 99,31 persen. Pencapaian tahun ini tidak melenceng jauh dari target kelulusan yakni 100 persen. Tingkat kelulusan SMA/MA tahun ajaran 2010/2011 mencapai 99,45 persen, dengan total peserta 11.163 siswa. Artinya, jumlah yang tidak lulus sebanyak 61 orang.  Sedangkan untuk tingkat SMK, kelulusan mencapai 99,09 persen, yakni dari 7.593 murid SMK yang ikut UN, yang tidak lulus sebanyak 69 siswa.

Malang

Tingkat kelulusan siswa di SMA dan SMK negeri dan swasta di wilayah Malang Raya (Kota Malang, Batu dan Kabupaten Malang) rata-rata mencapai 99,8 persen, bahkan untuk SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Malang lulus 100 persen.
Untuk Kota Malang, dari 8.449 siswa SMK negeri dan swasta yang mengkuti Ujian Nasional (UN) yang tidak lulus sebanyak 10 (SMK negeri) dan 9 siswa (SMK swasta). Sedangkan untuk SMA, dari 5.704 peserta, sebanyak 3 siswa (negeri) dan 11 siswa (swasta). Sementara di Kabupaten Malang, dari 7.618 siswa SMK yang mengikuti UN, yang tidak lulus sebanyak 6 siswa swasta dan SMK negeri lulus seluruhnya (100 persen). Untuk SMA yang diikuti oleh 5.014 siswa, yang tidak lulus mencapai 6 siswa (swasta) dan 100 persen untuk sekolah negeri. Sedangkan di Kota Batu, dari 831 siswa SMK yang mengikuti UN, yang tidak lulus 1 siswa SMK negeri dan SMK swasta lulus 100 persen. Untuk SMA diikuti oleh 607 siswa dan yang tidak lulus tiga siswa dari SMA swasta dan siswa SMA negeri lulus 100 persen.

Banten

Jumlah siswa SMA/MA/SMK, yang tidak lulus Ujian Nasional (UN) se-Provinsi Banten sebanyak 373 siswa dari total jumlah siswa peserta UN sebanyak 99.025 siswa. Itu berarti jumlah siswa yang lulus UN pada tahun 2011 ini mencapai 98.652 siswa atau 99,62 persen. Siswa yang tidak lulus UN paling banyak di Kabupaten Lebak yakni sebanyak 133 siswa, kemudian diikuti Kabupaten Serang sebanyak 92 siswa, Kabupaten Tangerang sebanyak 56 siswa, Kota Cilegon sebanyak 26 siswa, Kota Serang sebanyak 21 siswa, Kota Tangerang dan Tangsel masing-masing 17 siswa, dan yang paling rendah adalah Kabupaten Pandeglang yang hanya 11 siswa.
Jika dilihat dari persentase kelulusan, Kabupaten Lebak juga terendah yakni hanya mencapai 98,42 persen. Sedangkan tingkat kelulusan tertinggi dicapai Kota Tangerang dengan tingkat kelulusan mencapai 99,92 persen. Hasil UN tahun ini meningkat dibandingkan tahun 2010 lalu, tingkat kelulusan hanya mencapai 89,02 persen.

Lampung

Presentasi kelulusan di lampung mengalami peningkatan jika sebelumnya hanya 99,716 persen maka tahun ini menjadi 99,827 persen dari total siswa yang terdaftar di UN se-Lampung sebanyak 74.805 orang dan yang mengikuti UN sebanyak 74.241 sedangkan yang tak lulus sebanyak 211 siswa atau setara dengan 0,284 persen.

Sulawesi utara

Tingkat lulusan Ujian Nasional (UN) SMA/MA dan SMK di Sulut tahun 2011 mengalami kenaikan, terutama untuk IPA, IPS dan Bahasa dibandingkan tahun sebelumnya. Untuk jurusan IPA kelulusannya mencapai 99,98 persen dari 5.999 peserta dan hanya dua yang tidak lulus. Nilai rata-ratanya, delapan. Sementara IPS yang lulus mencapai 99,88 persen dari 6828 peserta UN, hanya delapan yang tidak lulus. Nilai rata-rata tujuh.  Sementara, itu jurusan bahasa dari 1.181 peserta yang lulus mencapai 99,83 persen hanya dua yang tidak lulus.  Sedangkan untuk hasil UN SMK, dari 9.439 peserta yang lulus hanya 99,35 persen atau 62 siswa tidak lulus dengan nilai rata-rata tujuh.

Nusa Tenggara Timur

Hasil UN di daerah itu tahun ajaran 2010-2011 belum maksimal karena tingkat kelulusan dianggap terlalu rendah dibanding daerah lain di tanah air . Hasil ujian nasional memang yang menempatkan NTT pada posisi terendah secara nasional tetapi secara umum cukup menggembirakan karena hasil UN tahun ini melebihi target yang ditetapkan Pemerintah Provinsi NTT yakni 90 persen

Pada tahun ajaran 2010-2011 ini, jumlah siswa yang tidak lulus sebanyak 1.813 siswa maka prosentase kelulusan juga mengalami kenaikan dari 70,2 persen menjadi 96,44 persen. Jika dibanding hasil kelulusan SMA 2008/2009 berarti ada kenaikan 7,5 persen, dimana persentasi kelulusan tahun 2008 (jumlah siswa 29.688, Red) adalah 62,75 persen.

Artikel Universitaria  :

Artikel Terkait

Supported by :
https://mediaanakindonesia.files.wordpress.com/2010/12/img00055-20101205-1659.jpg?w=291&h=218KORINDO – Koran Anak Indonesia. Yudhasmara Foundation Editor in Chief: Audi Yudhasmara. Co-editor: Sandiaz Yudhasmara. Foundation Director : Dr Widodo judarwanto pediatrician. Publisher : Narulita dewi. Editor: Nanda Prawira. Marketing : Elvareta Alphanandia Andelin.Design-Multi media : Santana Arif. Data-Dokumentasi : Ariani Santika. Finance : Julia Firdausi. General support : Prabuningrat, Sis Wahyudi, Vavan PrayudhaDr Widodo judarwanto pediatrician. Publisher : Narulita dewi. Editor in Chief : Digna Betanandya. Reporter : Audi Yudhasmara. Sandiaz Yudhasmara, Nanda Prawira. Marketing : Elvareta Alphanandia Andelin.Design-Multi media : Santana Arif. Data-Dokumentasi : Ariani Santika. Finance : Julia Firdausi. General support : Prabuningrat, Sis Wahyudi.

“PUPUK MINAT BACA ANAK DAN REMAJA INDONESIA SEJAK DINI”. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi

masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA”.

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat  Phone : (021) 5703646

email : korando@gmail.com http://korananakindonesia.com/

Copyright 2013. Koran Anak Indonesia Network Information Education Network. All rights reserved

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s