Crop Circle, Jejak UFO di Sleman ?


Crop Circle, Jejak UFO di Sleman ?

Sebuah lingkaran menyerupai crop circle terbentuk di atas tujuh hektar lahan persawahan di Dusun Jogomangsar, Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Sleman, Yogyakarta. . Lingkaran ‘UFO’ yang dikenal sebagai crop circle ini menghebohkan warga dan masyarakat Indonesia karena sudah tersebar luas di Berbagai media termasuk yuotube. Keheranan melihat lingkaran simetris di sawah milik Ngadiran tersebut, karena lingkaran itu belum ada saat beberapa hari sebelumnya. Namuin, akhirnya Lapan memastikan bahwa hal itu adalah buatan manusia.

Pada hari Minggu tanggal 23 Januari 2011 pukul 17.00 WIB, pihak Kepolisian Republik Indonesia di sektor Sleman, Yogyakarta membenarkan munculnya lambang misterius berdiameter 70 meter yang dicurigai terkait dengan isu UFO atau makhluk luar angkasa yang dikenal dengan sebutan lingkaran tanaman atau crop circle di daerah persawahan di Gunung Suru, Jogotirto, Berbah, di Sleman. Pihak kepolisian yang menyelidiki bahkan telah mengabadikan foto langka tersebut sebagai dokumentasi. Lingkaran tanaman di ladang tersebut diyakini sebagai kejadian yang pertama di Indonesia dan juga disaksikan para warga sekitar tempat kejadian tersebut walaupun cuaca hujan dan tidak baik. Para warga sendiri meyakini lambang tersebut adalah simbol pendaratan pesawat UFO dari planet lain. Seorang anak kecil mengaku melihat kejadian tersebut saat cuaca buruk di hari itu dan menyebutkan bahwa sebuah angin puting beliung terlihat naik turun di ladang tersebut dan membentuk lambang misterius tersebut.

Corak aneh berwujud pola lingkaran muncul di area persawahan Desa Jogotirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, sehingga menggemparkan warga sekitar. Namun, kasus yang dikenal dengan nama crop circle ini diyakini hanya buatan tangan manusia, bukan berasal dari fenomena luar angkasa atau UFO.

Pola aneh itu berbentuk campuran beberapa lingkaran yang terbentuk dari tanaman padi yang rebah. Lingkarannya berdiameter sekitar 60×70 meter yang terbentang di atas sawah seluas sekitar 2.500 meter persegi milik tujuh warga Dusun Rejosari, Desa Jogotirto.

Pada Crop Circle tersebut pola disain grafisnya sangat luar biasa. Gambarannya terdiri dari bintang 8. Terdapat beberapa diskripsi foto crop circle di Sleman, dibuat dengan menggunakan beberapa desain dasar. Bentuk paling banyak adalah 9 lingkaran dengan 6 variasi ukuran. Bentuklainnya adalah 4 segiempat dengan 2 variasi ukuran besar dan kecil yang selanjutnya digunakan untuk membentuk 16 segitiga dengan 2 variasi ukuran. 16 segitiga tersebut membentuk 2 bintang segi delapan yang memiliki ukuran besar dan kecil.16 Segitiga tersebut membentuk 2 bintang segi delapan ukuran besar dan kecil.

Simbol yang terbentuk di areal persawahan Berbah, Sleman, Yogyakarta masih penuh misteri. Kuat dugaan, simbol itu buatan manusia. Namun untuk memastikan, dapat dilihat dari teknik yang digunakan untuk merobohkan batang-batang padi di sawah itu.

Berbagai kontroversi timbul karena adanya Corp Circle misterius itu. Ada yang beranggapan crop circle tersebut buatan manusia, tapi ada juga yang menganggap itu adalah bekas landasan pesawat UFO atau biuatan mahkluk asing.

Crop Circle
Lingkaran tanaman (Crop circles) adalah suatu pola teratur yang terbentuk secara misterius di area ladang tanaman, seringkali hanya dalam waktu semalam. Fenomena ini pertama kali ditemukan di Inggris pada akhir 1970, dengan bentuk pola-pola lingkaran sederhana. Pada masa-masa setelahnya, pola-pola tersebut kini cenderung bertambah rumit dan tidak terbatas hanya pada hanya bentuk lingkaran. Namun karena mengacu pada asal-usulnya, maka istilah lingkaran tanaman ini masih dipertahankan.

Mereka yang mempelajari fenomena lingkaran tanaman ini sering disebut juga dengan istilah “cerealogis”, dan ilmu yang mempelajari fenomena ini disebut dengan cereolog. Para Cerealogis kemudian mengembangkan istilah baru untuk fenomena ini, yaitu agriglif.

Crop circle dibuat berdasarkan teknologi tionggi pemanasan sangat rapih, berbeda dengan buatan manusia yang biasanya terlihat dari ketinggian padi yang tidak rata. Bila dengan teknik pemanasan tinggi, terdapat kesamaan pada satu titik yang sama. Teknologi sangat canggih itu tampaknya belum bisa dilakukan manusia di bumi.

Teknologi pemanasan yang menjadi dasar pembuktian keaslian crop circle sudah ada panduannya dari para peneliiti di luar negeri. Panduan itu dibuat berdasarkan riset teknologi terkini.

Namun Crop Circle tersebut ternyata sering timbul karena buatan manusiaM Dalam literatur telah disebutkan di Eropa Crop Circle buatan manusia telah banyak ditemukan mencapai belasan ribu.

Buatan Manusia ?
Beberapa ahli ada yang mengatakan bahwa ingkaran tanaman itu tidak disebabkan UFO, melainkan buatan manusia. Fenomena yang sama di banyak negara lain membuktikan bahwa lingkaran tanaman adalah rekayasa buatan yang tujuannya dapat sebagai karya seni, komersial, maupun hanya lelucon kreatif. Meski pola yang digambarkan lingkaran tanaman terkadang terlihat rumit dan susah, banyak orang yang membuat lingkaran tanaman di berbagai negara-negara lain.
Lokasi tersebut berada persis di bawah menara saluran udara tegangan ekstratinggi (SUTET). Tidak semua tanaman padi roboh. Hanya padi yang masuk dalam pola saja yang roboh. Padi di sawah itu dua pekan lagi seharusnya bisa dipanen.
Corak tersebut tak mungkin dibuat oleh UFO karena dalam dunia sains, UFO dianggap tidak ada. Hipotesa lain yang mengatakan hal itu disebabkan oleh puting beliung, juga tidak bisa digunakan karena angin tak mungkin membuat pola serapi itu.

Sutet juga tak mungkin menjadi penyebab karena medan elektromagnetik jaringan listrik tidak memengaruhi padi. Sehingga kesimpulan para ahli adalah Crop Circle di persawahan di Sleman itu adalah hasil rekayasa manusia. Pada prinsipnya, untuk membuat itu mudah dilakukan. Dengan tali dan papan, itu bisa dilakukan dalam semalam..

Motif di balik pembuatan corak tersebut tidak diketahui, kadang hanya ingin mencari sensasi. Ini seperti pengakuan pembuat crop circle di Inggris pada 1990-an.

Sawah yang membentuk seperti Crop Circle tersebut sudah dipasangi garis polisi. Namun, antusiasme masyarakat untuk mendekat ke tengah sawah tak juga surut walaupun mereka berkali-kali diperingatkan dan disemprit polisi. Warga sekitar yang khawatir area sawahnya rusak, memasang pengumuman di pinggir jalan, “Mohon untuk tidak turun ke sawah. Lebih jelasnya dapat dilihat dari atas bukit sebelah”.

Misteri tersebut akhirnya terecahkan ketika Lapan langsung mengadakan penyelidiukan ke tempat peristiwa. Dari data yang didapatkan di lapangan ternyata dipastikan bahwa Crops Circle tersebut adalah buatan manusia. Hal itu ditandai dengan tidak ada proses pemanasan, tetapi didapatkan lubang kecil ditengah Crop Circlke tersebut sedalam 25 cm sebagai pusat lingkaran yang diduga sebagai kaitan tali untuk melakukan gambaran tekanan pada padi.

Lihat video Crop Circle di berbagai belahan dunia :

lihat berbagai video penampakan video :

Artikel UFO terkait :

Lihat video cara membuat Crop Circle :

Artikel Terkait :

Artikel UFO terkait :image

Lihat berbagai video penampakan video :

Artikel Corp Circle :

ARTIKEL ASTRONOMI DAN ANTARIKSA LAINNYA

Audi Yudhasmara
Supported by :
https://mediaanakindonesia.files.wordpress.com/2010/12/img00055-20101205-1659.jpg?w=291&h=218KORINDO – Koran Anak Indonesia. Yudhasmara Foundation Editor in Chief: Audi Yudhasmara. Co-editor: Sandiaz Yudhasmara. Foundation Director : Dr Widodo judarwanto pediatrician. Publisher : Narulita dewi. Editor: Nanda Prawira. Marketing : Elvareta Alphanandia Andelin.Design-Multi media : Santana Arif. Data-Dokumentasi : Ariani Santika. Finance : Julia Firdausi. General support : Prabuningrat, Sis Wahyudi, Vavan PrayudhaDr Widodo judarwanto pediatrician. Publisher : Narulita dewi. Editor in Chief : Digna Betanandya. Reporter : Audi Yudhasmara. Sandiaz Yudhasmara, Nanda Prawira. Marketing : Elvareta Alphanandia Andelin.Design-Multi media : Santana Arif. Data-Dokumentasi : Ariani Santika. Finance : Julia Firdausi. General support : Prabuningrat, Sis Wahyudi.

“PUPUK MINAT BACA ANAK DAN REMAJA INDONESIA SEJAK DINI”.

Membaca adalah investasi paling kokoh bagi

masa depan perkembangan moral dan

intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA”.

MENTENG SQUARE Jl Mataraman 30 Jakarta Pusat 10310. Phone 021-29614252

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Bendungan Hilir Jakarta Pusat Phone : (021) 5703646

email : audiyudhasmara@gmail.com http://korananakindonesia.com/

Copyright 2015. Koran Anak Indonesia Network Information Education Network. All rights reserved
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s