Berbagai Temuan Planet Baru Di Luar Angkasa


http://yuan212.files.wordpress.com/2010/08/200608250001_65511.jpg

Seiring dengan perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan, perkembangan dunia astronomi sangat pesat. Dari waktu ke waktu dengan perkembangan alat teleskop, semakin sering ditemukan planet baru yang sebelumnya belum diketahuai manusia.

Planet adalah benda langit yang memiliki ciri-ciri berikut. mengorbit mengelilingi bintang atau sisa-sisa bintang dan mempunyai massa yang cukup untuk memiliki gravitasi tersendiri agar dapat mengatasi tekanan rigid body sehingga benda angkasa tersebut mempunyai bentuk kesetimbangan hidrostatik (bentuk hampir bulat). Planet juga tidak terlalu besar hingga dapat menyebabkan fusi termonuklir terhadap deuterium di intinya; dan, telah “membersihkan lingkungan” (clearing the neighborhood; mengosongkan orbit agar tidak ditempati benda-benda angkasa berukuran cukup besar lainnya selain satelitnya sendiri) di daerah sekitar orbitnya

Persatuan Astronomi Internasional (International Astronomical Union = IAU) mengumumkan perubahan pada definisi “planet” sehingga terdapat benda langit yang belakangan juga ditemukan sempat dianggap sebagai planet baru, seperti: Ceres, Sedna, Orcus, Xena, Quaoar, UB 313. Pluto, Ceres dan UB 313 kini berubah statusnya menjadi “planet kerdil/katai.”

Penemuan Planet Baru

Pada 1990-an dan awal 2000-an, terjadi banjir penemuan obyek-obyek sejenis Pluto di daerah yang relatif sama. Seperti Ceres dan asteroid-asteroid pada masa sebelumnya, Pluto ditemukan hanya sebagai benda kecil dalam sebuah populasi yang berjumlah ribuan. Semakin banyak astronom yang meminta agar Pluto didefinisi ulang sebagai sebuah planet seiring bertambahnya penemuan obyek-obyek sejenis. Penemuan Eris, sebuah obyek yang lebih masif daripada Pluto, dipublikasikan secara luas sebagai planet kesepuluh, membuat hal ini semakin mengemuka. Akhirnya pada 24 Agustus 2006, berdasarkan pemungutan suara, IAU membuat definisi planet. Jumlah planet dalam Tata Surya berkurang menjadi 8 benda besar yang berhasil “membersihkan lingkungannya” (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus), dan sebuah kelas baru diciptakan, yaitu planet katai, yang pada awalnya terdiri dari tiga obyek, Ceres, Pluto dan Eris.

Planet Kerdil Makemake Temani Pluto dan Eris

Himpunan Astronomi Internasional (IAU) menetapkan nama Makemake untuk planet kerdil yang sebelumnya disebut 2005 FY9. Objek yang termasuk jajaran planet kerdil itu berada di Sabuk Kuiper, daerah orbit yang lebih jauh dari Planet Neptunus. Makemake adalah salah satu objek yang masuk dalam kelompok baru yang disebut plutoid. Sejak Himpunan Astronomi Internasional (IAU) menetapkan definisi plutoid, Makemake termasuk kelompok ini bersama Pluto dan Eris karena memenuhi ketentuan sebagai objek besar, bulat, dan berada lebih jauh dari Neptunus.

Nama Makemake diambil dari nama dewa kemanusiaan dalam kebudayaan Rapa Nui yang berkembang di Pulau Paskah (Easter Island) di Polynesia. Keterkaitan itu dipilih karena objek tersebut pertama kali dilaporkan oleh Mike Brown dari Institute Teknologi California (Caltech) menjelang Paskah pada tahun 2005.

Makemake adalah planet kerdil pertama yang diberi nama resmi sejak tahun 2006. Planet kerdil adalah istilah untuk objek langit yang tidak masuk dalam jajaran delapan planet besar di Tata Surya. Terakhir kali, IAU memberi nama Eris, dari nama dewi perselisihan dalam mitologi Yunani, untuk objek yang sebelumnya dikenal sebagai 2003 UB313. Setelah Makemake, IAU tengah mempertimbangkan pemberina nama untuk objek yang kini dikenal sebagai 2003 EL61. Meski telah ditemukan sejak tahun 2005, IAU lamban untuk memutuskan karena terjadi silang pendapat mengenai penemunya. Selain Brown, klaim penemuan juga diajukan Jose-Luiz Ortiz dari Institut Astrofisika di Andalusia, Granada, Spanyol.

Masih Ada “Planet X” Setelah Pluto

Sebuah planet padat yang dilapisi es mungkin ada di orbit yang lebih jauh dari Pluto. Bisa jadi ukurannya juga lebih besar. Mengapa baru kemungkinan? Sebab, planet tersebut belum ditemukan sejauh ini dan baru prediksi berdasarkan model komputer. Model tersebut makin menguatkan hipotesis mengenai Planet X yang pernah diajukan sejumlah pakar maupun muncul di film-film fiksi ilmiah.
“Meskipun pencarian planet-planet lain di tata surya sudah lama dilakukan, belum tentu semuanya terungkap,” ujar Patryk Lykawka, peneliti dari Universitas Kobe, Jepang. Ia dan koleganya Tadashi Mukai melaporkan hasil penelitian tersebut dalam Astrophysical Journal edisi terbaru.

Jika perkiraan ini benar, objek yang terletak di kawasan Sabuk Kuiper ini secara teknis tidak disebut planet. sesuai definisi baru yang ditetepkan Himpunan Astronomi Internasional atau International Astronomical Union (IAU) ia disebut plutoid, atau objek bulat padat setelah Neptunus.

Objek-objek di Kuiper Belt memang memiliki karakteristik yang tidak dapat dijelaskan dengan model tata surya standar. Salah satunya, selisih jarak orbit rata-rata yang sangat jauh. Contoh paling terkenal adalah Sedna, yang berada tiga kali lebih jauh daripada Pluto. Sedna membutuhkan 12.000 tahun untuk mengelilingi Matahari satu kali dan jarak orbitnya antara 80 hingga 100 unit astronomi (sati unit astronomi sebanding dengan jarak Bumi-Matahari).

Dari keunikan ini, model memprediksi kemungkinan objek sebesar Bumi ada di Sabuk Kuiper dengan orbit antara 100-200 unit astronomi. Namun, kemungkinannya hanya antara 30-70 persen. “Kami masih menyisir hingga ujung tata surya, dan saya berharap banyak hal mengejutkan dari survei yang lebih mendalam,” ujar Mark Sykes, direktur Institut Sains Planet-planet di Arizona menanggapi pendapat tersebut. Ia mengatakan, pada jarak tersebut ada kemungkinan air namun dipastikan dalam kondisi beku. Meski tak mustahil ada samudera di bawah permukaannya seperti pada Titan dan Enceladus, dua bulannya Planet Saturnus.

Ditemukan Planet Baru Serupa Jupiter

Pencarian planet asing di luar tata surya kita mencapai babak baru dengan ditemukannya planet dingin seukuran Jupiter yang mengelilingi sebuah bintang. Temuan ini diharapkan membantu para peneliti mengungkap apa yang ada di luar tata surya kita. “Ini planet luar pertama yang bisa kita pelajari secara mendalam. Hal ini bisa menjadi batu Rosetta di bidang pencarian planet luar. Lebih dari 400 planet luar telah ditemukan sejak tahun 1995. Namun belum ada satupun yang benar-benar menyerupai Bumi kita, dalam arti bisa mendukung kehidupan. Kebanyakan planet itu berupa bola gas raksasa seperti Jupiter dan berada sangat dekat dengan bintang pusatnya sehingga suhunya membara sampai seribu derajat Celsius atau lebih. Sedangkan temuan baru yang dinamai CoRoT-9b ini relatif dingin dengan suhu permukaan antara 160 dan -20 derajat Celsius. Planet yang  mengorbit bintangnya selama 95 hari ini terletak di gugus bintang Serpens atau Ular. Sebagai perbandingan, Merkurius mengorbit Matahari dalam waktu 88 hari.

Lebih banyak data mengenai CoRoT-9b tampaknya bakal segera diperoleh para peneliti. Pasalnya planet ini adalah satu dari hanya 70 planet luar yang terlihat lewat (transit) antara bintang pusatnya dengan teleskop di Bumi. Kesejajaran ini membuat cahaya bintangnya bisa menembus atmosfer planet dan tampak dari Bumi. Berdasar apa yang terlihat, para peneliti bisa mengetahui ukuran planet dan komposisi kimianya. Hal lain yang menggembirakan, waktu transit planet ini mencapai delapan jam, sehingga banyak waktu bagi para astronom untuk mengamatinya.

Ditemukan Planet Serupa Bumi yang Memiliki Air

Para astronom telah menemukan sebuah planet serupa Bumi yang mayoritas permukaannya tertutup air. Planet itu berukuran lebih besar dengan radius 2,7 kali radius Bumi. Temuan itu diungkapkan dalam penelitian yang dipublikasikan dalam journal ilmiah Nature. Planet yang kemudian disebut “Bumi Super” itu berada sejauh 42 tahun cahaya di sistem tata surya lain. Adapun satu tahun cahaya adalah jarak yang bisa ditempuh cahaya dalam setahun atau sekitar 9.460.730.472.580.800 kilometer. Penemuan planet GJ 1214b itu merupakan langkah maju dalam usaha pencarian planet lain yang mirip Bumi. Meski begitu, menurut penelitian di Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian, planet yang baru ditemukan itu terlalu panas untuk bisa mendukung kehidupan. “Kepadatannya menunjukkan bahwa, meski tiga perempat bagiannya ditutupi air dan seperempatnya batuan, ada petunjuk bahwa planet itu memiliki atmosfer penuh gas. Suhu di sana diperkirakan antara 120 dan 280 derajat celsius, walau bintang di pusatnya memilki ukuran sekitar seperlima Matahari kita. Planet “Bumi Super” itu mengelilingi bintangnya yang kecil dan redup tiap 38 jam.

Bila disejajarkan dengan planet luar atau exoplanet lain yang juga mirip Bumi, planet ini berukuran lebih kecil, lebih dingin, dan paling mirip dengan Bumi. Exoplanet adalah planet yang berada di luar sistem tata surya kita. Mengenai keberadaan air di sana, disebutkan bahwa air itu kemungkinan berbentuk kristal yang terjadi akibat tekanan 20.000 kali lebih besar dibanding tekanan di atas permukaan laut Bumi.
Dibanding planet temuan lain, misalnya CoRoT-7b yang mengelilingi sebuah bintang amat panas, planet baru ini relatif jauh lebih dingin. CoRoT-7b memiliki kepadatan mendekati Bumi (5,5 gram per sentimeter kubik) dan sepertinya berbatu, sementara GJ 1214b sepertinya hanya memiliki kepadatan 1,9 per sentimeter kubik. Menurut peneliti, mengingat kepadatan planet yang sedemikian rendah, pasti ada air dalam jumlah besar di sana

Planet Pertama di Luar Bima Sakti

Untuk kali pertama, para ilmuwan menemukan sebuah planet di luar galaksi Bima Sakti, bukan hanya di luar tata surya. Selama ini, planet-planet asing di luar tata surya kita atau sering disebut planet ekstrasolar selalu ditemukan di dalam bagian galaksi Bima Sakti. Namun, sebuah planet yang baru-baru ini terdeteksi diketahui berada di luar tepian galaksi yang mengorbit sebuah bintang yang tengah sekarat pada jarak 2000 tahun cahaya dari Bumi. Planet tersebut berukuran sedikit lebih besar dari Jupiter, planet terbesar di tata surya, dan sama-sama termasuk jenis planet gas panas. “Penemuan ini sangat mengejutkan. Karena jaraknya yang sangat jauh, selama ini tidak ada planet-planet yang terdeteksi di galaksi lainnya,” ujar Rainer Klement dari the Max Planck Institute of Astronomy. Yang lebih mengejutkan lagi, kepala ilmuwan yang meneliti planet tersebut adalah astronom asal Indonesia yang bekerja di the Max Planck Institute, Johny Setiawan. Johny Setiawan dan timnya berhasil mendeteksi lokasi bintang dan planet tadi setelah memusatkan perhatian pada sebuah denyut gelombang di permukaan bintang akibat gaya gravitasi planet dan bintang yang sedang mengorbit. Mereka menggunakan teleskop yang dimiliki Laboratorium Selatan Eropa di Observatorum La Silla, Cile, yang dibangun di ketinggian 2.400 meter dan terletak sekitar 600 kilometer utara ibu kota Santiago.

Planet tersebut diberi nama HIP 13044 b. Sistem planet dan bintang tersebut diduga bagian dari arus helmi, sekelompok bintang yang tercerai-berai dari galaksi mini yang hancur setelah disedot galaksi Bima Sakti antara 6 dan 9 miliar tahun lalu. Planet dan bintang tersebut juga diperkirakan tengah bergerak ke arah Bima Sakti sebelum melebur.

Bintang yang dikelilingi planet HIP 13044 b itu termasuk jenis bintang merah raksasa yang sedang memasuki fase kehancurannya. Ukurannya menggembung menjadi sangat besar karena hampir seluruh energi dari intinya telah dilepaskan. Planet menjadi sangat panas karena mengorbit dekat sekali dengan bintang tersebut.

Selain mengorbit sangat dekat, planet tersebut mengelilingi bintangnya dengan sangat cepat dan dalam periode 16 hari saja. Para ilmuwan pun memperkirakan umur planet tersebut tidak lama sebelum hancur menabrak bintangnya. “Penemuan ini sangat menarik untuk melihat masa depan sistem tata surya kita karena Matahari juga diperkirakan akan menjadi bintang merah raksasa lima miliar tahun lagi,”.

Sumber : wikipedia, AFP, kompas dan berbagai seumber lainnya

 

ARTIKEL ASTRONOMI DAN ANTARIKSA LAINNYA

<

ul>

  • Aurora Fenomena Alam Yang Menakjubkan
  • Halo Matahari atau Pelangi di Matahari, Petanda Gempa ?
  • Ilmuwan Indonesia Mendunia : Prof Dr. Mezak Arnold Ratag, Ahli Planetary Nebula Cluster
  • Tata Surya dan Kehidupan Alam Semesta
  • Prestasi luar Biasa Teleskop Luar Angkasa Hubble
  • Wisata Luar Angkasa, Wisata Paling Spektakular
  • Galaksi Bima Sakti Dan berbagai Misteri Yang Telah terungkap
  • Bulan, Benda Angkasa Yang Indah
  • Meteorid, Benda Angkasa Yang Indah Tapi kadang Berbahaya
  • Asteroid dan Ancaman Terhadap Keselamatan Bumi
  • Kehidupan Mahkluk Ekstraterestrial di Luar Angkasa
  • Berbagai Teori Asal Usul Terbentuknya Awal Kehidupan
  • Berbagai Teori Asal Usul Terbentuknya Bumi
  • Berbagai Teori Asal usul Terbentuknya Tata Surya dan Bumi
  • Cerita Legenda : Asal usul Terbentuknya Bintang
  • Asal Usul Terbentuknya Bintang
  • Bintang, Benda Langit Yang Memukau
  • Komet Hartley 2, Semakin Dikenali Dengan Teknologi
  • Komet, Bintang Berekor Yang Mengelilingi Matahari
  • Planetarium, Tempat Simulasi Benda Angkasa
  • Berbagai Temuan Planet Baru Di Luar Angkasa
  • Planet, Benda Langit Yang Mengelilingi Bintang
  • Usia, Ukuran Dimensi dan Karakteristik Matahari
  • Waspadai, Gempa Terjadi Saat Bulan Purnama ?
  • Merkurius, Planet Terkecil dan Terdekat Matahari
  • Pluto, Planet Katai Bukan Planet Biasa
  • Planet Uranus, Planet Yang MengagumkanYupiter, Planet Terberat dan Terbesar dalam Tata Surya
  • Planet Mars, Misteri Yang Semakin Terungkap
  • Galaksi Gemuk dan Awet Muda Karena Telan Bintang Lainnya
  • Komet Hartley 2, Semakin Dikenali Dengan Teknologi
  • Komet, Bintang Berekor Yang Mengelilingi Matahari
  • Planetarium, Tempat Simulasi Benda Angkasa
  • Berbagai Temuan Planet Baru Di Luar Angkasa
  • Planet, Benda Langit Yang Mengelilingi Bintang
  • Dampak Badai Matahari Bagi Manusia Dan Bumi
  • Venus, Planet Yang Sangat Misterius
  • Neptunus, Planet Terjauh Dari Matahari
  • Merkurius, Planet Terkecil dan Terdekat Matahari
  • Pluto, Planet Katai Bukan Planet Biasa
  • Planet Uranus, Planet Yang Mengagumkan
  • Yupiter, Planet Terberat dan Terbesar dalam Tata Surya
  • Planet Mars, Misteri Yang Semakin Terungkap
  • Galaksi Gemuk dan Awet Muda Karena Telan Bintang LainnyaKomet Hartley 2, Semakin Dikenali Dengan Teknologi
  • Komet, Bintang Berekor Yang Mengelilingi Matahari
  • Planetarium, Tempat Simulasi Benda Angkasa
  • Berbagai Temuan Planet Baru Di Luar Angkasa
  • Fakta Ilmiah Kebenaran Kehidupan Luar Angkasa
  • Inilah Asteroid Yang Akan Mengancam Bumi di Masa Datang
  • Sabuk Asteroid Antara Mars dan Yupiter
  • Teknologi NASA Terkini dan Masa Depan
  • Teleskop Kepler Temukan Tata Surya Baru Yang Menakjubkan
  • Artikel Alam Semesta dan Antariksa lainnya
  • www.korananakindonesia.com

    https://mediaanakindonesia.files.wordpress.com/2010/12/img00055-20101205-1659.jpg?w=291&h=218Supported by : KORANDO – Koran Anak Indonesia. Yudhasmara Foundation. “Pupuk Minat baca Anak sejak Dini. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA” Editor in Chief: Audi Yudhasmara. Co-editor: Sandiaz Yudhasmara. Foundation Director : Dr Widodo judarwanto pediatrician. Publisher : Narulita dewi. Editor: Nanda Prawira. Marketing : Elvareta Alphanandia Andelin. Design-Multi media : Santana Arif. Data-Dokumentasi : Ariani Santika. Finance : Julia Firdausi. General support : Prabuningrat, Sis Wahyudi, Vavan Prayudha, Editor in Chief : Audi Yudhasmara. Reporter : Audi Yudhasmara. Sandiaz Yudhasmara, Nanda Prawira. Marketing : Elvareta Alphanandia Andelin. Design-Multi media : Santana Arif. Data-Dokumentasi : Ariani Santika. Finance : Julia Firdausi. General Support : Prabuningrat, Sis Wahyudi.. Address: Menteng Square AR 20 Jln Matraman 30 Jakarta Pusat. Phone: 021-29614252 – 08131592-2012 – 08131592-2013 Mobil Phone: 089690509906 email : judarwanto@gmail.com http://korananakindonesia.com/ Komunikasi facebook: Koran Anak Indonesia

    Copyright 2015. Koran Anak Indonesia Network Information Education Network. All rights reserved


    (adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

    Iklan

    One response to “Berbagai Temuan Planet Baru Di Luar Angkasa

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s