Cara Menentukan Status Bahaya Gunung Berapi dan Antisipasinya


Sampai saat ini  kemajuan teknologi yang sangat majupun tetap tidak bisa memastikan kapan mulai meletus dan berhentinya gunung berapi meletus. Kemajuan teknologi vulkanologi sudah maju demikian pesat, tetapi tidak bisa meramalkan keputusan Tuhan untuk terjaginya bencana erupsi timbul. Skenario dan perkiraan teknologi inilah sampai saat ini digunakan sebagai dasar pertimbangan mitigasi bencana letusan gunung berapi. Terdapat status bahaya sebuah gunung berapi tergantung beberapa kriteria vulkonalogi yang ada.

Status bahaya Gunung Berapi

Teknologi vulkanologi adalah pemantauan secara ilmiah untuk mengenali aktivitas gunung berapi. Teknologi canggih ini digunakan dalam kegiatan mitigasi bencana sebagai bagian dari tahapan dari manajemen bencana meletusnya gunung berapi.  Penetapan gunung Merapi berbahaya atau tidak, saat ini dilakukan berdasarkan data pemantauan yang dilakukan oleh BPPTK (Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian).

Penetapan status bahaya gunung didasarkan oleh pendekatan ilmiah yakni ilmu gunung api atau vulcanology. Teknologi vulkanologi dapat dilakukan monitoring dengan sejumlah alat seismograf, monitoring geokimia dan monitoring deformasi EDM (electronic distance Measurement). Seismometer adalah alat atau sensor getaran, yang biasanya dipergunakan untuk mendeteksi gempa bumi atau getaran pada permukaan tanah. Data ini secara ilmiah dapat digunakan sebagai petunjuk aktifitas gunuung berapi. Monitoring geokimia adalah pemantauan ilmiah dengan melakukan sampling gas dan batuan untuk mengetahui kandungan gas atau komposisi kimia batuan. Selain itu dilakukan juga pengamatan visual untuk mengetahui perkembangan pembentukan kubah lava, longsoran, perkembangan solfatar, dan lainnya

Tingkat isyarat gunung berapi di Indonesia
Status Makna Tindakan
AWAS
  • Menandakan gunung berapi yang segera atau sedang meletus atau ada keadaan kritis yang menimbulkan bencana
  • Letusan pembukaan dimulai dengan abu dan asap
  • Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam
  • Wilayah yang terancam bahaya direkomendasikan untuk dikosongkan
  • Koordinasi dilakukan secara harian
  • Piket penuh
SIAGA
  • Menandakan gunung berapi yang sedang bergerak ke arah letusan atau menimbulkan bencana
  • Peningkatan intensif kegiatan seismik
  • Semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat segera berlanjut ke letusan atau menuju pada keadaan yang dapat menimbulkan bencana
  • Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat terjadi dalam waktu 2 minggu
  • Sosialisasi di wilayah terancam
  • Penyiapan sarana darurat
  • Koordinasi harian
  • Piket penuh
WASPADA
  • Ada aktivitas apa pun bentuknya
  • Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal
  • Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian vulkanis lainnya
  • Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh aktivitas magma, tektonik dan hidrotermal
  • Penyuluhan/sosialisasi
  • Penilaian bahaya
  • Pengecekan sarana
  • Pelaksanaan piket terbatas
NORMAL
  • Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma
  • Level aktivitas dasar
  • Pengamatan rutin
  • Survei dan penyelidikan

sumber : wikipedia dan berbagai sumber lainnya

Artikel terkait lainnya :

Supported By :

http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR6YmYb-hui0xP9f-qqBB_K64r-8VBm1tFHJQcztlW4hvtQ7V37Xw

Audi Yudhasmara

KORAN ANAK INDONESIA, Yudhasmara Publisher

“PUPUK MINAT BACA ANAK DAN REMAJA INDONESIA SEJAK DINI”. Membaca adalah investasi paling kokoh bagi masa depan perkembangan moral dan intelektual anak. “SELAMATKAN MINAT BACA ANAK INDONESIA”.

Jl Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta PusatPhone : (021) 70081995 – 5703646

email : judarwanto@gmail.com https://mediaanakindonesia.wordpress.com/

Copyright 2011. Koran Anak Indonesia Network Information Education Network. All rights reserved

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s